
maiwanews – Amerika Serikat menilai Rusia bisa saja memulai invasi terhadap negara tetangganya, Ukraina, selama pesta olah raga Olimpiade berlangsung. Serangan dapat terjadi kapan saja, tergantung perintah Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kekhawatiran itu disampaikan penasihat keamanan nasional Gedung Putih (White House) Jake Sullivan dalam pengarahan pers hari Sabtu (12/02/2022) dini hari WIB atau Jumat (11/02/2022) siang waktu Washington DC Amerika Serikat.
Sullivan pada jumpa pers itu mengatakan, invasi bisa dimulai selama Olimpiade berlangsung, meski banyak spekulasi mengatakan Rusia hanya akan melancarkan serangan ke Ukraina setelah Olimpiade berakhir. Namun, kapanpun invasi dilakukan, Sullivan menegaskan bahwa pihaknya siap dengan cara apapun dengan tetap mengedepankan diplomasi.
“Kami siap melanjutkan diplomasi berorientasi hasil menangani masalah keamanan Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa sesuai dengan nilai-nilai kami dan prinsip timbal balik”, ungkap Sullivan. Ia mengklaim pihaknya terus menjelaskannya kepada Rusia dalam koordinasi erat dengan sekutu dan mitra Eropa Amerika Serikat.
Jika Rusia memilih mengambil tindakan militer, Amerika Serikat dikatakan siap untuk menanggapi dengan tegas bersama sekutu dan mitranya. “Tanggapan kami akan mencakup sanksi ekonomi berat, dengan paket serupa sebagaimana diberlakukan oleh Uni Eropa, Inggris, Kanada, dan negara-negara lain”, tegas Sullivan. (hiu)
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina
Rusia Catat 8 Serangan Ukraina ke Fasilitas Listrik
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Militer Rusia Lancarkan 38 Serangan Terhadap Ukraina dalam Sepekan Terakhir
Pjs Wali Kota Arwin Azis Silaturahmi dengan Jajaran Kecamatan Tamalanrea









