
maiwanews – Amerika Serikat menuding Rusia menambah kemampuan militer di Belarus, dekat perbatasan dengan Ukraina, sembari memperkuat militer di sepanjang perbatasan Rusia dengan Ukraina. Hal itu terungkap dalam pengarahan oleh Sekretaris Pers Pentagon John Kirby.
Tambahan kemampuan militer itu antara lain artileri, pertahanan udara dan misil, kapal pendarat di Laut Hitam, infanteri, baju zirah, kemampuan udara, operasi khusus, logistik, dunia maya, intelijen, serta pengawasan dan pengintaian. Keterangan itu disampaikan Kirby di Pentagon hari Selasa (15/02/2022) WIB atau Senin waktu setempat.
Menurut Kirby, Amerika Serikat sangat transparan terkait Kiev, termasuk penilaian intelijennya terhadap pergerakan pasukan Rusia baik di perbatasan Rusia-Ukraina maupun Belarus-Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin dikatakan terus melakukan hal-hal layaknya jika ada pihak sedang merencanakan aksi militer besar, yaitu, untuk mempertajam kesiapan dan menambah kemampuan pasukannya. “Kami jelas tidak ingin itu menjadi hasilnya, begitu juga dengan Ukraina dan tentu saja sekutu NATO (North Atlantic Treaty Organization -red) kami juga tidak”, tambahnya.
Menteri Luar Negeri Rusia SergeÄ Lavrov tampaknya menunjukkan sebelumnya hari ini bahwa dia masih berpikir ada ruang untuk diplomasi, kata Kirby. “Kami akan menyambut baik pengejaran jalan itu oleh Rusia, karena kami juga percaya bahwa masih harus ada dan bisa menjadi jalan diplomatik ke depan”.
Jika Putin memutuskan untuk menyerang, banyak nyawa Rusia dan Ukraina akan hilang, kata Kirby. Rusia dapat segera meredakan ketegangan dan mengambil jalur diplomatik ke depan. “Adalah dalam kekuasaan Tuan Putin untuk membuat keputusan tepat sekarang. Dan jelas, kami berharap dia melakukan itu”, jelas Kirby.
Aliyah Mustika Ilham Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke-117
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Rocky Gerung Sebut Jambore Karhutla Sebagai Penghormatan Terhadap Alam
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina
Rusia-Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan di Moskow









