maiwanews – Badai Sandy telah menguat selagi mendekati Pantai Timur Amerika, 50 juta warga kawasan ini menghadapi hujan lebat, angin kencang dan gelombang pasang berbahaya. Aktifitas di beberapa kota besar Amerika Serikat mulai dari Washington hingga Neew York terhenti sejak hari Senin. Sistem transportasi umum dihentikan, bandara ditutup, jutaan orang tidak bekerja dan tinggal di rumah saja.
Angin dengan kecepatan meningkat hingga 150 kilometer per jam menyertai badai Sandy saat mengarah ke barat, menuju kawasan pesisir mid-Atlantik Amerika pada Senin petang 29 oktober. Pihak berwenang di sembilan negara bagian dan Washington DC menetapkan situasi darurat. Kantor-kantor pemerintah federal ditutup dan Presiden Barack Obama membatalkan kegiatan kampanye pemilihan presiden untuk memantau badai itu dari Gedung Putih.
para peramal cuaca memperkirakan Sandy akan bergabung dengan sistem cuaca musim dingin lainnya. Hal itu akan mengubahnya menjadi super badai sebelum menerjang daratan pada Senin malam di Selatan New Jersey atau Delaware. Pihak berwenang New York memerintahkan evakuasi 375 ribu orang dari wilayah-wilayah dataran rendah di kota itu. Bursa saham penting ditutup, ini pertama kalinya bursa ditutup tanpa rencana sejak peristiwa 11 September 2001.
Para peramal cuaca memperkirakan badai itu akan membawa angin berkekuatan topan ke bagian-bagian pantai dari mulai Virginia ke Massachusetts. Dinas Cuaca Nasional memperkirakan peningkatan kekuatan badai bisa menyebabkan air psang hingga setinggi lebih dari tiga meter di pelabuhan New York.
Badai itu telah memaksa kota-kota besar termasuk Washington, Philadelphia dan New York untuk menutup sekolah-sekolah dan jaringan angkutan umum. Bursa saham New York tutup hari Senin, dan PBB telah membatalkan pertemuan-pertemuan dan menutup perkantorannya.
Kamis 25 Oktober lalu badai topan Sandy dengan angin berkecepatan 170 kilometer pe jam menghantam wilayah Kuba. Dilaporkan setidaknya 21 korban tewas, 11 diantaranya di Kuba, 9 di Haiti dan 1 di Jamaika. Pola cuaca tidak biasa itu, kemungkinan akan melanda pantai timur Amerika pada hari tradisional Halloween, telah membuat beberapa peramal cuaca menyebutnya dengan nama menyeramkan, Frankenstorm . (aso/VoA)









