
maiwanews – Batavia Publishing melalui program Batavia Charity memulai kelas menulis untuk anak-anak jalanan, pemulung dan pengamen di rumah singgah charity of children education dan sekolah bersama di daerah Pejaten Jakarta Selatan.
Dalam program ini, Batavia Publishing mengadakan pelatihan menulis yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan. Menurut Aida, M.A, pendiri Batavia Publishing, program ini merupakan program mencerdaskan anak bangsa dan menanamkan budaya menulis bagi anak Indonesia, salah satunya berbagi bersama anak-anak jalanan.
“Kami mengambil tema Mendukung Anak Jalanan Bercerita Dalam Karya, Mereka ini sehari-harinya membantu orang tua memulung, ada juga mengamen, kadang mengemis. Kegiatan belajar hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu bersama teman-teman volunteer di Charity of Children Education, sisanya bersekolah di luar”, demikian disampaikan Aida di Jakarta 16 Agustus.
Menurut Aida, selama mereka di jalanan, pasti banyak sekali pengalaman berharga, tidak bisa dibeli di manapun. Selain itu, tentu pula ada trauma-trauma di jalanan dalam keterbatasan mereka. Dua hal ini ingin didorong untuk disajikan dalam tulisan. Selain akan menghasilkan karya, program menulis ini bisa menjadi self healing therapy bagi anak-anak jalanan.
Program kelas menulis digagas oleh Batavia Publishing ini juga didukung oleh teman-teman dari Green Indonesia Foundation, mereka memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pendidikan anak-anak di lokasi lapak pemulung. Kerjasama Batavia Publishing dengan teman-teman GIF untuk jangka panjang, teman-teman relawan pun akan diberi bekal untuk melanjutkan program kelas menulis anak jalanan ini setelah program intensive.
“Harapan kita besar terhadap adik-adik di sini, mereka juga sama seperti anak-anak lain, selayaknya memiliki karya dan bisa dibaca oleh teman-teman di seluruh Indonesia. Bahwa ada cerita dari jalanan yang mungkin tidak ditemui anak-anak lainnya. Cerita ini yang kemudian disajikan dalam bentuk tulisan, karya dan buku”, jelas Aida.
Sementara ini kegiatan kelas menulis ini masih berfokus di dua tempat, yaitu Pejaten dan Kebagusan. Jumlah keseluruhan dari adik-adik yang mengikuti kelas menulis ini, kurang lebih 15 orang diutamakan bagi adik-adik yang sudah lancar membaca dan menulis, karena sebagian besar adik-adik pemulung ada juga belum bisa membaca dan menulis. Mereka juga berasal dari berbagai umur, latar belakang keluarga dan didikan sangat berbeda, meskipun mereka sama-sama pemulung dan hidup di jalanan.
“Insya Allah, kegiatan seperti ini bukan hanya untuk di Jakarta saja, karena kemungkinan akan merambah ke daerah-daerah yang lain, selama dasar dan tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa dari sisi karya dan pendidikan, maka Batavia Charity sangat membuka kerjasama pembukaan kelas-kelas menulis khususnya untuk anak-anak yang kurang mampu di daerah lainnya”, tutup Aida. (m012)
Satgas Si-Ipar Ajar Calistung ke Anak-Anak Yalimo, Papua
Apresiasi Perjuangan Buruh, Munafri: Hak & Kesejahteraan Harus Terpenuhi
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Zelenskyy-Ishiba Bahas Dukungan Berkelanjutan Jepang ke Ukraina
Blinken Sampaikan Dukungan Berkelanjutan Bagi Ukraina









