Ciptakan Inovasi, SI Raih Proper Emas

Direktur SDM PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Bambang Sugeng SI saat menerima Proper Emas di Shangrila, Jakarta

maiwanews – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, untuk kedua kalinya berhasil meraih proper emas dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), sebuah penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup untuk perusahaan di Indonesia. Penghargaan Proper Emas diterima oleh Direktur SDM Semen Indonesia Bambang Sugeng SI di Jakarta.

Direktur SDM Semen Indonesia Bambang Sugeng SI mengatakan,penghargaan proper emas yang diraih Semen Indonesia ini merupakan bukti bahwa Pabrik yang kami miliki dalam pengelolaan lingkungan tidak hanya mengikuti standar yang ditetapkan KLH. “ Akan tapi telah melakukan pengelolaan di atas standar yang ditetapkan oleh KLH dan melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR),’’tulis Bambang via siaran persnya.

Bambang menambahkan, berbagai macam hal yang dilakukan perusahaan dalam menerapkan langkah-langkah untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan, secara berkelanjutan perusahaan berupaya melakukan penurunan emisi, termasuk dengan dengan mengurangi pencemaran udara dan intensitas karbon guna mengantisipasi dampak pemanasan global yang dapat mengarah pada perubahan iklim yang tidak dapat dipulihkan. Wujud program tersebut, imbuh Bambang, dituangkan dalam rencana strategis dengan penurunan emisi melalui penerapan teknologi unggul.

“Kami sangat concern dan terus melakukan pemantauan lingkungan, sebab kami percaya bahwa lingkungan yang ramah akan mendukung perusahaan untuk berkembang, bahkan hingga saat ini”, ujarnya.

Selain itu, lanjut Bambang, perusahaan juga melakukan efisiensi energi dengan menggunakan biomassa sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Salah satu inovasi yang sudah diimplementasikan dalam penurunan emisi gas CO2 adalah dengan pemakaian biomass sebagai bahan bakar alternative untuk substitusi batubara. “Biomass yang digunakan adalah sekam padi, cocopeat, serbuk gergaji dan limbah tembakau,’’ terangnya.

Selain penggunaan bahan bakar alternatif, beber Bambang, perusahaan juga berupaya menurunkan gas rumah kaca melalui program clean development mechanism (CDM) melalui judul partial subtitional fossil fuels with biomass at Semen Gresik Plant di Tuban. Program CDM itu juga telah terintegrasi di lembaga internasioal PBB.

Bambang menuturkan, pengelolahan peralatan pabrik juga terus dilakukan, kondisi pabrik yang prima juga menjadi optimalisasi efisiensi energi. Dalam hal ini, katanya, perusahaan melakukan manajemen operasional pabrik secara terpadu dengan menjaga stabilitas operasi, menekan jumlah shutdown yang tidak terencana, mengoperasikan peralatan pada kapasitas maksimal dan mengendalikan kualitas bahan baku serta mengendalikan kualitas bahan bakar. “Spirit efisiensi energi ini menjadi budaya karyawan, sehingga tercipta kultur yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari “, papar Bambang.

Selain itu dalamoperasional pabrik,urai Bambang, Semen Indonesia telah melakukan penghematan energi dan konservasi energi. “Kami sangat menjaga keberlanjutan lingkungan karena langkah tersebut akan berdampak positif yang pada akhirnya bisa meningkatkan profitabilitas perusahaan”, dalihnya.

Pencapaian yang telah dibukukan Perusahaan

Salah satu bukti nyata keberhasilan perusahaann adalahpenghematan konsumsi energi per satuan (MJ/Ton Semen) sebesar 12% selama kurun waktu 2008-2012. Penurunan Emisi CO2 per satuan (Kg CO2/Ton Semen) sekitar6% selama kurun waktu 2008-2012. Efisiensi penggunaan air per satuan (Ltr/Ton Semen) sekitar27% atau 31% selama kurun waktu 2007-2012. Substitusi batubara dengan menggunakan bahan bakar terbarukan sebesar 16% per line Pabrik selama tahun 2012. Pemanfaatan Limbah B3 eksternal rata-rata sebesar 8% per tahun sebagai bahan baku alternatif. Keberhasilan dalam pengembangan Mangrove Center Tuban dan Lahan Pasca Tambang Ngipik sebagai kawasan keanekaragaman hayati, Pengembangan proyek CDM Semen Gresik telah terdaftar di UNFCCC pada tanggal 25 februari 2011, saat ini dalam tahap verifikasi perolehan CER.

Penghematan tingkat pemakaian energi tahun 2012 di pabrik Tuban yang mencapai 90 kWh per ton semen tergolong paling rendah dibandingkan pabrik semendi dalam negeri maupun di kawasan Asia unytuk pabrik sejenis.

Dalam upaya membantu mengatasi masalah limbah B3 industri, Perusahaan menerapkan Co-processing dengan memanfaatkan limbah B3 industri lain sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Sebagai bentuk komitmen, perusahaan membangun berbagai fasilitas pengelolaan limbah B3 meliputi, TPS Limbah B3 dengan nilai Investasi 9,5 Milyar, Fasilitas Feeding dengan nilai investasi 6,5 Milyar serta Laboratorium Limbah B3 dengan nilai investasi 6,0 Milyar.

Pemberdayaan Lingkungan

Untuk mendukung berkembangnya perusahaan terhadap prinsip triple bottom line selain profit dan planet, perusahaan juga melakukan pengembangan masyarakat melalui program corporate social responsibility (CSR). Perusahaan telah melakukan Community Services (Pelayanan pada Masyarakat), Community Relation (Hubungan Masyarakat) dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).

Pemberdayaan masyarakat juga telah dilakukan oleh Semen Indonesia meliputi Bantuan Bencana Alam, bantuan Pendidikan & Pelatihan, Peningkatan kesehatan, sarana & prasarana umum, keagamaan, pelestarian alam serta Program kemitraan.

Sebagai informasi, Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) adalah program rutin yang diselenggarakan KLH untuk mendorong penataan perusahaan dalam mengelola lingkungan. Peringkat kinerja Proper dibedakan dalam lima tingkatan, yaitu hitam, merah, biru, hijau, dan emas. Proper biru diberikan kepada perusahaan yang dalam pengelolaannya sesuai standar yang ditetapkan oleh KLH. Proper hijau diberikan kepada perusahaan yang pengelolaannya diatas standar yang ditetapkan. Peringkat tertinggi adalah emas diberikan kepada perusahaan yang pengelolaannya diatas standar yang ditetapkan serta melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR).

Indikator penilaian kinerjanya beragam, mulai dari pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan dan pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), efisiensi energi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan kerusakan lingkungan. (heri setiawan)