maiwanews – Investor dari China, PT China Geogchoubou Group Company (CGGC) berkomitmen akan menanamkan dana sekitar Rp22 triliun untuk membangun sejumlah proyek infrastruktur di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulbar telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak PT China Geogchoubou Group Company (CGGC).
“PT CGGC bersedia mengucurkan dananya sekitar Rp22 triliun untuk pembangunan tiga mega proyek infrastruktur di Sulbar,” kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sulbar Senin, 2 Mei 2011.
Anwar mengatakan, dana sebesat itu akan digunakan membangun sejumlah proyek infrastruktur di Sulbar diantaranya untuk pembangunan PLTA Karama di Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju dengan kekuatan daya sekitar 300 mega watt.
Termasuk untuk membangun jalan arteri sepanjang 102 kilometer antara Kecamatan Tapalang menuju Kota Mamuju dalam rangka peningkatan transportasi untuk memperlancar roda perekonomian masyarakat di Sulbar.
Selain itu kata Anwar, dana itu juga diperuntukkan untuk membangun pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Belang Belang Mamuju guna dijadikan pelabuhan bongkar muat barang hasil perdagangan di Provinsi termuda di Sulawesi itu.
Proyek ini kata Gubernur, akan memakan waktu sekitar tiga tahun. Untuk itu katanya, dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat setempat agar proyek raksasa terebut dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.
Pemerintah Siapkan 21 Proyek Hilirisasi Tahap Pertama Senilai Rp657,6 Triliun
Prabowo Percaya Investigasi Penembakan WNI di Malaysia akan Transparan
Blinken Sebut Ukraina Perlu Mobilisasi Pasukan di Garis Depan
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Rumania Senilai Rp111 Triliun
Dirbinmas Polda Sulsel Buka Sosialisasi Pilkada Damai 2024









