Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi pada hari Rabu(2/9) pukul 14.55 WIB, berpusat di 142 Km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 30 Km, telah menelan korban meninggal sebanyak 81 orang, hilang 45 orang, luka 1.238 orang dan pengungsi 177.490 orang. Selain korban jiwa, kerusakan juga melanda rumah penduduk (rusak berat: 65.738 unit, rusak ringan: 122.977 unit); tempat ibadah (rusak berat: 2.417 unit, rusak sedang 569 unit, rusak ringan: 2.106 unit), pesantren (rusak berat 13 unit, rusak ringan: 55 unit) dan gedung perkantoran (rusak berat: 343 unit, rusak sedang: 41, rusak ringan: 291 unit). Data korban di atas didapatkan dari laporan tim pendamping Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk posko kedaruratan bencana gempa bumi Propinsi Jawa Barat sampai tanggal 13 September 2009 pukul 16.00 WIB.
Permasalahan tidak hanya jatuhnya korban jiwa dan harta benda, melainkan korban selamat yang harus bertahan di antara keterbatasan yang berdampak pada aspek sosiologis maupun psikologis. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh OXFAM (2006), setiap terjadi bencana alam, non alam dan bahkan konflik sosial, 60 s.d 70 persen korban adalah perempuan dan anak serta lanjut usia. Untuk itu, dibutuhkan penanganan bencana secara holistic dengan tidak mengenyampingkan responsive gender, dimulai dari tahap tanggap darurat sampai tahap rekonstruksi. Sehingga, jumlah korban dapat dieliminir dan hak-hak korban jiwa maupun korban selamat juga terlindungi.
Guna melihat lebih dekat penanganan Korban bencana gempa, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI berencana melakukan kunjungan ke Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut yang merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Bersamaan dengan itu, Meneg PP, sebagai wakil dari pemerintah akan memberikan Bantuan dari Departemen Sosial kepada Korban Bencana berupa 300 paket lauk pauk, 200 paket sandang (sarung, kaos, daster, seragam SD laki-laki dan perempuan), 500 lembar selimut dan 150 paket kids ware.
Sebelumnya, masih dalam rangkaian lawatan Menneg PP ke Garut, Jawa Barat, Beliau juga membuka sekaligus menjadi narasumber Symposium dan Pelatihan Kewirausahaan ”Meningkatkan Potensi Perempuan Menuju Dunia Usaha” yang selenggarakan oleh Yayasan Siti Hawa Yasin bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan pada tanggal 27-28 September 2009 bertempat di Gedung Pendopo Kabupaten Garut.
Symposium dan Pelatihan Kewirausahaan ditujukan untuk menstimulasi pengembangan usaha perempuan serta menggugah partisipasi stake holder dalam pengembangan usaha perempuan dan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan partisipasi masyarakat kaum perempuan dan dunia usaha dalam pengembangan perlindungan social melalui usaha dan sumber pembiayaan, meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan kelompok miskin di berbagai kegiatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan akses kelompok perempuan terhadap informasi, teknologi tepat guna dan berbagai sumber pembiayaan, serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender melalui peningkatan produktivitas ekonomi perempuan.
Peningkatan life skill (kecakapan) serta kompetensi (keahlian) perempuan yang pada gilirannya memiliki sikap hidup, kepribadian hidup, dan kemampuan hidup yang meningkat, menjadikan perempuan mitra sejajar dengan kaum laki-laki. Sehingga, dalam upaya penanggulangan kemiskinan dapat lebih optimal.
Pada symposium tersebut, melibatkan ibu-ibu pengurus PKK se Kab. Garut, organisasi-organisasi perempuan dan majelis ta’lim se Kab. Garut, pengurus koperasi wanita se Kab. Garut, civitas akademik perempuan serta anggota DPRD yang berjumlah 400 orang.
Adapun, pelatihan kewirausahaan diikuti oleh mahasiswi dari keluarga tidak mampu, remaja putri drop out, ibu-ibu rumah tangga dari kalang keluarga tidak mampu, para janda dan pekerja seks komersial. (menegpp.go.id)
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik, Danny Pomanto Resmikan Makassar Government Centre
Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia
Nato Luncurkan Dua Inisiatif Pertahanan Udara Multinasional Baru
Donald Trump Umumkan Pengangkatan Pejabat Gedung Putih









