Ketimpangan Ekonomi, Emil Dardak Harap Peran Pemuda Anshor

maiwanews – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam Orasi Ilmiah Kepemudaan di hadapan pemuda Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Anshor di Pondok Pesantren Salafiyah Subulul Huda, Kebonsari, Kab. Madiun, Minggu (13/3/2022), menyampaikan, agar para pemuda Anshor diharapkan bisa ikut berperan meminimalisir ketimpangan ekonomi di Jawa Timur maupun di Indonesia.

Menurut Emil Dardak sapaan akrab Wagub Jatim, terdapat ketidakseimbangan ekonomi di Jatim yang masih dapat terkontrol. Ia mengatakan, bahwa tetap dibutuhkan langkah-langkah maupun personil yang dapat mengurangi ketidak seimbangan tersebut. Emil menambahkan, Ketimpangan di Jatim masih bisa dijaga agar tetap berada di 3,54%.

“Alhamdulillah, kita di Jatim menjaga agar ketimpangan ini tetap berada di 3,54%. Di sini positioning Anshor di mana. Karena Anshor adalah salah satu ormas Islam terbesar dunia. Saya mengharapkan njenengan bisa menjadi bagian dalam meminimalisir ketimpangan ekonomi yang ada,” ujar Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini menerangkan, salah satu hal yang bisa dilakukan yaitu, dengan memajukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Sebab, Indonesia atau Jatim memiliki bonus demografi yang bisa dimanfaatkan. Kalau hanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) saja Indonesia akan terjebak dalam perangkap Negara Berpendapatan Menengah.

“Indonesia memiliki penduduk 70,72 persen usia produktif yang menurut sensus tahun 2020. Sedangkan Jatim memiliki penduduk 69,6 persen usia produktif. Ini harus kita manfaatkan, karena kalau hanya mengandalkan SDA saja, kita akan terjebak dalam memiliki penduduk perangkap Negara Berpendapatan Menengah,” ujarnya.

Emil menjelaskan, untuk itu Jatim sedang menyasar prioritas pengembangan Sumber Daya Manusia dengan menyiapkan calon lulusan, menyerap lulusan muda, serta menyiapkan daya saing angkatan kerja. Semua itu dilakukan demi mewujudkan Jatim Cerdas dan Jatim Kerja.

“Salah satu yang sedang kami usahakan adalah perkembangan gig economy. Makanya sekarang Pemerintah Provinsi sudah punya Milenial Job Center dan inovasi seperti EJSC,” tutur Emil.

Emil menyebutkan, hal tersebut penting sebab terdapat 6 perubahan dunia kerja akibat revolusi industri 4.0. Salah satunya adalah berkembang pekerjaan yang bersifat analitis, pekerjaan dengan kemampuan matematika semakin dibutuhkan, semakin fleksibelnya perusahaan, tidak mungkin menghindari teknologi digital, pentingnya komunikasi dan kolaborasi serta berpikir kritis, juga mobilitas dalam pekerjaan. Maka dari itu, tambah Wagub, penguatan SDM terutama di anak muda harus terus didorong. Sebab mereka harus siap terhadap revolusi-revolusi industri yang akan datang.

Untuk itu, Wagub Emil Dardak, berharap agar pemuda Anshor dapat menguasai tantangan di dunia yang baru. karena estafet kepemimpinan Indonesia ada di tangan anak-anak milenial. Karena pemimpin dunia sudah semakin muda. Contoh Perdana Menteri New Zealand dan Presiden Perancis yang dilantik sebelum berumur 40 tahun. Jadi sekarang saatnya pemuda Indonesia, termasuk di dalamnya pemuda Anshor, untuk turut serta dalam proses kepemimpinan. (i)