Empat Ditembak Mati Saat Warga Serbu Mapolsek Biau

amin salehmaiwanews – Sedikitnya empat warga meninggal dunia dan 10 anggota Polri mengalami luka-luka akibat insiden penyerbuan warga terhadap kantor Mapolsek Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Selasa, 31 Agustus 2010 malam.

Dari 10 anggota Polri yang terluka itu, satu di antaranya mengalami luka bakar serius akibat terkena lemparan bom molotov dari massa penyerang. Menurut Amin Saleh, anggota Polri yang terbakar itu adalah personel Brimob.

“Jumlah anggota Polri yang luka-luka tercatat enam orang,” kata Kapolda Sulteng Brigjen Muhammad Amin Saleh kepada wartawan di Palu, Rabu, 1 September 2010 dini hari waktu setempat.

Korban tewas dari pihak warga yang menyerang Mapolsek bertambah menjadi empat orang. Mereka terkena tembakan dalam insiden pada Selasa pukul 21.30 WITA itu. Sementara 6 polri yang terluka mendapatkan perawatan di RS Buol.

Diperoleh informasi, korban tewas sebelumnya yang dilarikan ke RSUD Buol pada Rabu dini hari bernama Ridwan. Korban yang terkena tembakan di kepala itu adalah warga Kelurahan Leok.

Korban tewas lainnya adalah warga Kelurahan Kali bernama Amran Abjalu (19).  Ia meninggal setekah terkena tembakan di bagian mata.

Korban lainnya, yakni Firman, warga Kelurahan Kali, dan Irfan, warga Leok, kini dalam kritis. Menurut Dokter piket RSUD Buol, dr.Mariaty, pihaknya mencatat sedikitnya 17 korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit itu.

Namun informasi lain menyebutkan, sebanyak delapan warga telah tewas tertembak, 32 mengalami luka tembak. Korban tewas kemungkinan akan bertambah, karena terdapat tujuh warga sedang kritis.

Kerusuhan berawal saat sekitar 500 warga yang datang dari Kelurahan Buol, Leok, Kulango dan Kali yang menyerbu Kantor Polsek Biau Selasa malam menyusul kematian Kasmir Timumun, seorang tukang ojek, di tahanan Polsek Biau, Senin, (30/8).

Para warga yang terus bertambah tersebut percaya bahwa kematian Kasmir akibat penganiayaan saat ditahan. Kasmir diahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu.

Saat penyerbuan, aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk mengendalikan massa namun massa penyerang malah makin beringas.

Saat ini, situasi Kota Biau, ibu Kota Kabupaten Buol, masih mencekam namun bentrokan sudah terhenti kendati konsentrasi kerumunan warga masih tampak di beberapa tempat.

Sebanyak satu kompi Brimob dari ibukota Sulawesi Tengah sedang diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan lanjutan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Polda Sulteng melakukan upaya persuasif dengan tokoh-tokoh msyarakat untuk mencari jalan damai atas kejadian tersebut.