
maiwanews – Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Fahira Idris Senin 27 September mendesak agar aksi kekerasan terhadap simbol dan tokoh agama segera diusut hingga tuntas secara proporsional dan transparan untuk mengungkap pelaku dan motifnya.
Desakan Fahira menyusul 3 kejadian tindak kekerasan sepanjang bulan September hingga hari ini. Masing-masing kejadian itu adalah penyerangan ustaz di Batam, penembakan ustaz di Tangerang, dan pembakaran mimbar masjid di Makassar. Menurut Fahira, pengusutan hingga tuntas perlu dilakukan agar umat tidak resah.
Aksi kekerasan terhadap simbol dan tokoh agama dikatakan memiliki tingkat sensivitas tingi, karena itu harus mendapat perhatian khusus. Apalagi jika kejadian serupa pernah terjadi. Aparat penegak hukum harus segera menuntaskan kasus tersebut, mengungkap pelaku dan motifnya agar tidak dimanfaatkan orang tertentu untuk adu domba dan memperkeruh suasana.
Di sisi lain, Fahira menyerukan agar umat tetap sabar dan menjadikan koridor hukum sebagai jalan satu-satunya dalam menangani kasus-kasus tersebut. Namun umat bisa mengawal perkembangan penanganan kasus oleh aparat hingga tuntas. Dengan penegakan secara proporsional dan transparan, dapat menenangkan umat dan menghilangkan syak wasangka.
Dalam pernyataanya di Kompleks Parlemen Senayan, Fahira menegaskan kasus-kasus tersebut penting untuk segera dituntaskan melalui pengadilan.
Terhadap pemerintah, Fahira memberikan apresiasi Menkopolhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) Mahfud MD karena dengan cepat merespon dengan mengutuk aksi kekerasan. (z/Fahira Idris)
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Apresiasi Perjuangan Buruh, Munafri: Hak & Kesejahteraan Harus Terpenuhi
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Maruarar Laporkan Perkembangan Wisma Atlet ke Presiden
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita









