Fatah-Hamas Berdamai, Israel Marah Besar

Palestina-2-edKesepakatan damai Fatah dan Hamas untuk membentuk pemerintahan Palestina bersatu membuat Israel marah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, “apa yang terjadi hari ini di Kairo merupakan pukulan luar biasa untuk perdamaian”.

Pada sidang kabinet mingguan di Jerusalem Netanyahu menyatakan persetujuan itu bukan hanya mengkhawatirkan Israel, tetapi juga orang di seluruh dunia yang ingin melihat terjadinya perdamaian antara Israel dan Palestina.

Hal senada disampaikan Presiden Israel Shimon Peres, ia mengatakan penandatanganan rekonsiliasi dua faksi utama Palestina, Fatah dan Hamas, merupakan kesalahan fatal yang dilakukan Fatah. Kesepakatan itu dianggap telah menghalangi terbentuknya negara Palestina merdeka dan mengancam perdamaian Timur Tengah.

Israel kemudian memberlakukan sanksi bagi pemerintah Palestina. Pemerintah Israel telah menangguhkan pengiriman pengembalian pajak kepada Otorita Palestina di Tepi Barat, yaitu dengan menahan pembayaran sekitar 88 juta dolar yang direncanakan minggu ini.

Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz mengatakan Israel membutuhkan jaminan bahwa uang itu tidak sampai ke tangan Hamas, yang disebutnya sebagai organisasi teroris.

Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad mengatakan ancaman Israel tidak akan menghentikan rekonsiliasi dengan Hamas, dan ia mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar tidak memberlakukan sanksi-sanksi itu. (PressTV/Irib/VOA/aso | Foto: Gmoorenator)