maiwanews – Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan bahwa jumlah sepeda motor saat ini sudah sangat banyak. Setiap hari di Jakarta, kendaraan roda dua itu bertambah 900 unit.
Sebagai gambaran, menurut data dari Kementerian ESDM, komsusmsi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh sepeda motor, volumenya sudah hampir menyamai volume komsusmsi BBM mobil.
Jumlah sepeda motor yang beredar yang semakin banyak dan terus bertambah setiap hari tersebut, turut menyumbang kemacetan lalu lintas yang makin hari makin parah di Jakarta saat ini.
Pihaknya mengaku tidak dapat melarang anggota masyarakat membeli sepeda motor baru, namun menurut Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, atas dasar kepentingan pengguna jalan umum lainnya, ia akan menggunakan kewenangan yanh dimiliki untuk mengatur penggunaannya.
“Saya punya kewenangan untuk mengatur itu,” kata Fauzi Bowo.
Karena itu, Foke berjanji akan mengatur penggunaan sepeda motor itu dengan cara menerapkan kebijakan pembatasan peredaran sepeda motor di jalur angkutan massal pada jam-jam sibuk. Kebijakan pembatasan sepeda motor itu rencananya mulai diterapkan tahun ini juga.
“Gambaran saya dan para ahli. Untuk sementara waktu, nanti diterapkan pada peak hour pagi dan sore,” kata Fauzi Bowo di kantor Gebernur, Jakarta, Rabu, 28 Juli 2010.
Tidak hanya terhadap sepeda motor, lanjut Foke, pembatasan serupa juga dilakukan terhadap mobil seperti kebijakan three in one yang rencananya akan diganti dengan sistem electronoic road pricing (ERP).
Penambahan jumlah kendaraan roda dua yang cukup signifikan yang disebaban karena beralihnya sebagian pengguna kendaraan umum ke salah satu moda transportasi itu, justru karena alasan kemacetan itu sendiri.
Apalagi jenis kendaraan yang lebih murah dan lebih praktis tersebut, untuk mendapatkannya sudah begitu mudah. Cukup dengan uang Rp 1 juta atau bahkan kurang dari itu, setiap orang bisa mulai mecicil.









