
maiwanews – Senin malam 14 Juni di Makodam V/Brawijaya, Forkopimda Jawa Timur gelar rapat koordinasi untuk melakukan analisis dan evaluasi penanganan COVID-19 khususnya Kabupaten Bangkalan. Kegiatan dipimpin Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan Bupati Bangkalan.
Analisis dan evaluasi (anev) dilakukan untuk menekan laju penyebaran kasus COVID-19, yang terindikasi ada virus varian baru B1617 asal India dan telah tersebar secara lokal.
“Laksanakan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya dengan melaksanakan swab antigen untuk seluruh masyarakat dari Madura, untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di wilayah Jatim” kata Pangdam V/Brawijaya.
Sementara Kapolda Jatim menegaskan, pelaksanaan 3T dan 5M di zona merah, penutupan tempat makan dan tempat ibadah di zona merah, dan perketat pelaksanaan operasi yustisi, merupakan salah satu cara dalam menangani lonjakan covid-19 di Bangkalan.
Dalam rapat koordinasi ini, Pangdam V/Brawijaya mengatakan ada penambahan kasus baru Covid-19 di kabupaten Bangkalan yang terpusat di 3 Kecamatan (yakni Arosbaya, Bangkalan dan Klampis), berjumlah 65 orang dengan kasus aktif 539 orang.
Dari hasil pemeriksaan sampel 6 juni, terkonfirmasi warga Bangkalan bukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terjangkit virus varian baru B1617 asal India, papar Dr. Joni Wahyuhadi, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19.
Kabupaten Bangkalan saat ini diberlakukan tanda di depan rumah warga yang berupa stiker warna merah yang menandakan rumah tersebut digunakan untuk isolasi mandiri pasien covid-19
Selain itu untuk kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan khususnya di kabupaten Bangkalan mulai meningkat dilihat dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang mau melakukan Swab.
Dari data Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan, di balai diklat untuk menampung pasien positif tersedia 74 TT. Ada 10 pasien, 50 proses evakuasi dengan total 60 pasien. Untuk BLK menampung PMI yang meneruskan isolasi 5 hari. Serta Tersedia 50 TT, berisi 17 penghuni sedang menunggu hasil PCR. Sedangkan di RSU Bangkalan jumlah Tempat Tidur (TT) yang tersedia ada 184 TT. Sebanyak 171 TT, RSUD untuk isolasi terisi 134 TT. Sementara BOR ICU 13 TT terisi 5 TT. (FL/Humas Polri/Polresta Mojokerto)
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Kominfo Jatim Gelar Bimtek Prahum di Tuban
Lemkari Gelar Gashuku & Ujian Yudansha
Kemenkum Jatim Bersama BPK Gelar Exit Meeting Terkait Pemeriksaan Laporan Keuangan tahun 2024
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan









