Gamelan dan Batik Primadona Indonesian Charity Bazaar

GamelanIndonesian Charity Bazaar & Cultural Performance di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia Abu Dhabi Sabtu 5 Februari lalu menarik animo masyarakat setempat. Lebih dari 1.000 orang hadir dalam acara tersebut. Sebanyak 12 stan peserta menyajikan makanan khas Indonesia mulai dari sate, es kopyor, gudek, bakso sampai martabak dan pergelaran kesenian serta lokakarya batik, dari jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

Warga lokal maupun ekspatriat asik menikmati hiburan dalam bentuk berbagai atraksi kesenian dari tari-tarian, gamelan, pencak silat, kulintang, band anak-anak sampai tari poco-poco. Seorang guru berkebangsaan Italia yang baru pertama kali mendengarkan gamelan mendatangi Duta Besar M. Wahid Supriyadi dan menanyakan bagaimana caranya mencari kaset gamelan di Uni Emirat Arab. Dubes menjawab kemungkinan itu tidak ada dan berjanji akan mengirim CD gamelan kepada yang bersangkutan. Pertunjukan Gamelan menjadi salah satu acara menarik karena banyak yang baru pertama mendengar musik tardisional ini.

Sementara itu di depan pintu masuk Batik Workshop telah mengantri sekitar 60 orang warga negara asing dari kalangan diplomatik, ekspatriat dan masyarakat lokal (Emirati) meski acara baru akan dimulai 15 menit lagi. Tampak Duta Besar Jepang untuk Uni Emirat Arab, Tatsuo Watanabe, bersama isterinya mengikuti demo batik dari awal sampai akhir, dan juga beberapa warga lokal dengan memakai pakaian khas mereka, kondora untuk laki-laki dan abaya untuk perempuan. Dengan bangga peserta lokakarya batik memperlihatkan hasil karya batik pertama mereka yang diselingi dengan parade batik yang dibawakan oleh ibu-ibu masyarakat Indonesia di Abu Dhabi.

Dalam sambutannya, Duta Besar Wahid, menyatakan puas atas peningkatan partisipasi masyarakat. Dubes secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Dharma Wanita KBRI Abu Dhabi serta masyarakat Indonesia yang secara ikhlas menyumbangkan tenaga dan dan pikirannya demi suksesnya acara tersebut. Mereka adalah keluarga dari kelompok pekerja profesional yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ditambahkan, hasil dari bazaar ini akan dikirim kepada para korban bencana Gunung Merapi di Yogyakarta dan sebagai bantuan biaya pendidikan / beasiswa bagi anak-anak sekolah keluarga kurang mampu di bawah binaan Dharma Wanita Kemlu RI.

Acara lelang 5 tiket pesawat dari Garuda Indonesia, Singapura Airlines, dan Mihin Lanka Airlines juga menjadi salah satu ajang menarik di acara ini. Nilai lelang tertinggi sebesar 2.000 dirham dimenangkan seorang pengusaha WN India, pemilik 28 gerai barang antik dan furniture, Mr Fakih, untuk penerbangan Garuda dari Dubai – Jakarta pp. Para pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai undian raffle yang sangat menarik mulai dari untaian kalung mutiara hitam sumbangan Dhamani Jewels senilai Rp 5 juta hingga menginap semalam atau voucher makan di berbagai hotel bintang lima di Abu Dhabi atau Dubai. Panita Bazaar mengemukakan bahwa bazaar kali ini diperkirakan berhasil menggalang dana lebih dari 40.000 dirham atau senilai sekitar Rp. 100 juta dan lebih dua kali dari perolehan tahun lalu.

Acara pun ditutup mundur satu jam menjadi pukul 4 sore karena masih banyak pengunjung yang tidak beranjak dari tempatnya. Media setempat seperti Gulf News, harian terbesar di PEA berbahasa Inggris dan Abu Dhabi Week turut meliput kegiatan Indonesian Charity Bazaar and Cultural Performance 2011. (KBRI Abu Dhabi)