BHD: Teleconference Pakai Jaringan Polri, Akses Telkomsel

bambang hendarso danurimaiwanews – Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyebutkan jaringan yang digunakan untuk CCTV dalam Teleconference Presiden SBY saat memantau arus balik di Cikopo menggunakan jaringan Polri dengan akses Telkomsel.

“Kami punya jaringan sendiri tapi aksesnya pakai Telkom,” kata BHD di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, 20 September 2010.

Hal tersebut dikatakan BHD menjawab kesimpang siuran mengenai jaringan apa yang dipakai saat Presiden lakukan Teleconference yang kemudian diketahi macet saat SBY sedang berkomunikasi dengan Kapolda Jwa Tengah.

BHD mengatakan, teguran langsung Presiden SBY kepada Direktur Utama Telkom dan Telkomsel saat itu menunjukan atensi Presiden untuk mengamankan kegiatan arus mudik Lebaran.

“Itu dimana pengendalian arus mudik dan kegiatan-kegiatan yang menyangkut hajat operasi kemanusian disertai kelengkapan-kelengkapan. Semuanya pada posisi yang kalau bisa tidak ada gangguan dinamika pengendalian didalam benar-benar dapat dikendalikan,” tambah BHD.

Namun menurut kabar yang beredar, teleconference yang dilakukan oleh Presiden SBY menggunakan jaringan kepolisian yang bernama ComMob. Jaringan ini merupakan jaringan komunikasi khusus via satelit.

Jadi sebenarnya teleconference tersebut tidak menggunakan jaringan Telkomsel melainkan jaringan kepolisian yang mengalami kerusakan. Namun, Mabes Polri mengaku jarang menggunakan jaringan ComMob untuk teleconference.

“Itu hanya mediasi (jaringan). Untuk teleconference kita pakai intranet,” kata Kepala Pusat Info Pengolah Data Divisi Telematika Mabes Polri Brigjen Robert Kodong.

Seperti diketahui, ketika SBY datang ke Pospol AJU Cikopo, Cikampek, Jumat (17/9/2010) pukul 09.30 WIB, TV flat screen yang semestinya menampilkan gambar CCTV sudah dalam kondisi mati, sehingga Kapolri melaporkan bahwa koneksi CCTV agak terganggu.

“Izin kami laporkan lebih awal kepada Bapak Presiden karena gangguan teknis dari Telkomsel yang seharusnya seluruh pos real time, tapi karena masalah teknis provider Telkomsel ini, agak terganggu Bapak Presiden,” jelas Kapolri.

Namun Teleconference dilaksanakan juga, sehingga timbullah insiden yang menegangkan, dimana saat SBY sedang bernincang dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Edward Aritonang, tiba-tiba gambar stagnan namun suara masih ada.

Atas kejadian itu, SBY pun langsung memerintahkan bawahannya untuk memberikan teguran kepada Dirut Telkom dan Telkomsel. Perintah itu ditindaklanjuti Menteri BUMN dengan mengirim teguran tertulis kepada kedua lembaga telekomunikasi itu.

Atas kejadian itu, GM Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra dalam kesempatan terpisah mengatakan, apa yang disampaikan Presiden ini membuat mereka berintrospeksi.