Ical: Saya Keluarkan Rp 7.8 Trilyun untuk Korban Lumpur

Aburizal Bakriemaiwanews – Aburizal Bakrie yang biasa disapa Ical mengaku telah mengeluarkan dana sebesar Rp 7,8 trilyun untuk ganti rugi korban lumpur Sidoarjo. Sumber dana sebesar itu bersumber dari penjualan saham miliknya, termasuk sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

“Saya sudah mengeluarkan dana Rp 7,8 triliun untuk ganti rugi korban lumpur Sidoarjo. Itu saya lakukan karena Ibunda saya yang memerintahkan, jadi saya tidak bisa bilang tidak,” kata Aburizal dalam acara ‘Obrolan Langsat’ yang digelar di wetiga Jalan Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa, 1 Juni 2010. 

Ical menjelaskan, Lumpur Lapindo yang terjadi 4 tahun lalu tidak terjadi di tempat pemboran, tapi sekitar 200 meter dari situ. “Itu bisa terjadi di mana saja. Di dunia ada 700 titik semburan lumpur. Tapi karena perintah Ibunda, maka saya harus melakukan ganti rugi,” katanya.

Karena itu, demi perintah Ibunda untuk mengganti rugi korban lumpur Lapindo, lanjut Ical, maka saham miliknya di berbagai perusahaan sudah tidak mayoritas lagi. Bahkan di BUMI, sahamnya tersisa hanya 8,8% saja.

“Jadi BUMI itu bukan lagi milik keluarga Bakrie, tapi saham sejuta umat. Bayangkan saham Bakrie di BUMI hanya 8,8%, sedangkan sisanya 91,2% merupakan milik publik atau masyarakat,” jelas Ical.

Persoalan penyelesaian ganti rugi korban lumpur lapindo kembali hangat dibicarakan, karena setelah berjalan empat tahun, penyelesaian ganti rugi itu belum juga tuntas, bahkan beberapa warga mengaku belum mendapat pembayaran sama sekali.

Selain berbicara soal lumpur Lapindo, dalam obrolan yang dipandu Wicaksono itu, Ical yang juga ketua umum Golkar, juga berbica soal tudingan adanya intervensi kekuasaan dalam menjalankan bisnisnya. “Saya sukses tidak karena intervensi pemerintah,” tegas ketua harian Sekretariat Gabungan Koalisi itu.