maiwanews – Indonesia dan Singapura menggelar latihan tempur udara bersama. Latihan tempur udara bersama bertajuk Join Fighter Weapon Course (JFWC) ini, sudah merlangsung sejak beberapa hari lalu.
Dalam latihan kali ini, TNI AU melibatkan pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi dan pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 dan Skadron Udara 1 Lanud Supadio.
Sementara Republic Singapore Air Force (RSAF) melibatkan 6 unit pesawat tempur strategis F-16 D+ Blok 52. Pesawat tempur milik Singapura ini merupakan pesawat tempur generasi tercanggih di kelasnya.
Menurut Danskadron Udara 12, Letkol Pnb Reka Budiarsa, dalam minggu ini seluruh pesawat yang mengikuti latihan melaksanakan Basic Fighter Manuver yakni, pertempuran udara satu lawan satu oleh pesawat yang sama, baik pesawat F-16 maupun pesawat Hawk 100/200.
Selain itu, dalam latihan yang akan berlangsung dua bulan ke depan ini, juga akan dilakukan latihan berbagai teknik pertempuran udara, baik Air to Air maupun Air to Ground.
Latihan tempur udara bersama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan tempur kedua negara guna menunjang peralatan tempur yang semakin canggih dan berteknologi tinggi.
Kekuatan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista)) yang dimiliki Indonesia sudah semakin besar. Selain pesawat F-16 sebanyak skadron dan Hawk 100/200, kekuatan TNI AU juga sudah dilengkapi 1 skadron Sukhoi dari Rusia dan 1 skadron T-50 dari Korea.
Sementara untuk perlengkapan tempur pendukung, TNI AU kini diperkuat dengan pesawat angkut C-130 Hercules, CN-295, Helikopter, Radar, Rudal dan Skadron UAV.
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Panglima TNI Terima Silaturahmi 30 Organisasi Pemuda Islam
Presiden dan Menhan AS Umumkan Platform Jet Tempur Generasi Berikutnya









