Iran Adili Pembunuh Ilmuwan Nuklirnya

ali-jamali-fashiPelaku pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran Dr. Massoud Ali-Mohammadi telah diadili di sebuah pengadilan revolusioner di ibukota Iran, Teheran.

Ali Jamali Fashi (sebagian sumber menyebutnya dengan nama Majid Jamali Fash), terdakwa pembunuhan fisikawan Iran tersebut didakwa pada hari Selasa atas tuduhan melakukan permusuhan dengan Tuhan dan menyebarkan kerusakan di muka bumi, serta menerima uang tunai sebesar 120.000 USD secara ilegal. Bukan itu saja, ia juga didakwa atas kejahatan melakukan pengrusakan terhadap barang-barang pribadi orang lain, demikian koresponden Press TV melaporkan.

Surat dakwaan Fashi juga mengatakan pembunuhan terhadap Ali Mohammadi dilakukan dengan meletakkan bom di sebuah kendaraan sepeda motor dekat kediamannya kemudian diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control. Dikatakan juga bahwa terdakwa bekerjasama dengan rezim pendudukan Israel dan mengumpulkan informasi untuk layanan intelijen Israel, Mossad, dengan tujuan melawan Republik Islam Iran.

Surat dakwaan tersebut mengatakan bahwa Fashi menerima bayaran dari Mossad untuk bekerjasama dengan Israel, memata-matai Iran, dan melakukan pembunuhan terhadap Ali Mohammadi. Pada pengadilan Fashi mengaku ia banyak melakukan kunjungan ke Turki untuk bertemu agen Mossad sebelum melakukan pembunuhan.

“Saya ke Turki empat kali dan melakukan pertemuan di konsulat Israel. Nama agen yang saya temui ‘DAM'”, jelas Fashi. Ia juga mengaku agen Israel membayarnya 120.000 USD atas aksi anti Irannya. “Saya bertemu salah seorang agen intelijen Israel untuk pertama kalinya di kota Antalya Turki. Seorang pejabat tinggi Mossad juga bertemu dengan saya dua kali di Azerbaijan dan memberi pengarahan pada saya mengenai tahap perjalanan saya ke Israel”, ungkap Fashi.

Profesor Ali Mohammadi, seorang dosen di Universitas Teheran, tewas ketika bom pada sebuah sepeda motor diledakkan dengan alat pengontrol jarak jauh dekat rumah profesor di lingkungan Qeytariyeh utara Teheran pada 12 Januari 2010. Juga pada 29 November 2010, teroris tak dikenal meledakkan bom yang melekat pada kendaraan profesor universitas Majid Shahriari dan Fereydoun Abbasi. Profesor Shahriari terbunuh, tapi Dr Abbasi dan istrinya selamat dari serangan dengan luka ringan.

Setelah penyelidikan yang komprehensif, Kementerian Intelijen Iran mengatakan telah membongkar jaringan Israel yang terdiri dari mata-mata dan teroris terlatih, dan menangkap pelaku utama sehubungan dengan pembunuhan Ali-Mohammadi. Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan bahwa dinas intelijen Israel, Mossad, telah menggunakan pangkalan di negara-negara Eropa dan non-Eropa serta negara-negara tetangga Iran dalam upaya untuk mencapai tujuan yang tidak manusiawi dan anti Islam. (PressTV/aso)