Iran Sambut Positif Perkembangan Perundingan Nuklir di Wina

maiwanews – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Abbas Araqchi Sabtu 17 April mengatakan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir Iran tampaknya berada di jalur benar. Ia memimpin tim negosiator Iran dalam putaran terakhir pertemuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 di Wina.

Meski dinilai sudah berada di jalur tepat, Wamenlu Abbas Araqchi mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasil perundingan dengan Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman.

JCPOA ditandatangani Iran, Rusia, Inggris Raya, China, Amerika Serikat dan Prancis, dan Jerman pada tahun 2015. 8 Mei 2018 Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu dan menenrapkan sanksi terhadap Iran.

“Hari ini, hampir tiga hari setelah Komisi Gabungan JCPOA mulai bekerja, kami kembali mengadakan pertemuan Komisi Bersama untuk meninjau kemajuan pembicaraan selama ini baik di bidang penghapusan sanksi dan masalah nuklir”, ungkap Wamenlu Abbas Araqchi kepada wartawan di Austria.

Ia menilai tampaknya pemahaman baru sedang dikembangkan dan sekarang ada kesamaan di antara semua pihak tentang tujuan akhir.

Iran dan pihak-pihak tersisa dalam kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) mengadakan pertemuan Komisi Gabungan JCPOA di Wina untuk mempertimbangkan rencana kembalinya Amerika Serikat (AS) ke perjanjian dan pencabutan sanksi-sanksi tersebut. (Tasnim)