Israel Tak Beri Izin, Pertemuan Palestina GNB Batal

maiwanews – Pertemuan antara pemimpin Palestina dengan negara-negara naggota Gerakan Non Blok (GNB) menemui kegagalan setelah Israel menolak memberikan izin bagi diplomat beberapa negara anggota GNB. Pertemuan itu dijadwalkan hari Minggu di Ramallah Tepi Barat.

Israel tidak memberi izin masuk ke wilayah petemuan kepada para utusan dari Indonesia, Malaysia, Kuba, dan Bangladesh. Pejabat Israel mengatakan para utusan tidak diizinkan masuk karena negara-negara itu tidak mengakui keberaadaan Israel sebagai sebuah negara dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Setelah penolakan itu, 8 menteri lainnya, termasuk dari Afrika Selatan dan Kolombia memutuskan untuk membatalkan pertemuan itu.

Dua belas menteri direncanakan akan hadir pada pertemuan tersebut, termasuk menteri luar negeri Mesir, Mohammed Amr. Menlu Amr rencananya akan mendampingi menteri luar negeri Otorita Palestina Riyad al-Malki dalam jumpa pers.

Palestina merencanakan pertemuan itu untuk mendapatkan dukungan dari 12 negara anggota GNB dalam upaya Palestina meningkatkan status di PBB. Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, hari Jum’at mengatakan para anggota GNB akan mengumumkan dukungan mereka kepada Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.

Sementara pada bulan Juli lalu dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB, utusan PBB Timur Tengah, Robert Serry mengutarakan, dalam sebulan terakhir ini terdapat upaya terus-menerus untuk menghidupkan kembali perundingan antara Israel dan Palestina di tengah-tengah perkembangan mencemaskan di lapangan. (aso/VoA)