Istana Minta tak Kaitkan Kasus Antasari dengan IT KPU

julian-aldrian-pashamaiwanews – Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha meminta kepada media agar tidak menghubung-hubungkan kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dengan kasus IT KPU.

Dalam kasus Informasi Teknologi Komisi Pemilihan Umum (IT-KPU), Partai Demokrat (PD) pernah dicurigai telah melakukan penggelembungan dan penggembosan suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2009.

Menurut Julian, kasus Antasari tak terkait dengan pilpres. “Tidak ada kaitan dengan pilpres. Kenapa harus dikait-kaitkan dengan pilpres,” kata Julian kepada para wartawan di Bina Graha, Jakarta, Rabu 20 April 2011.

Dijelaskan Julian, kasus IT KPU telah selesai, dan menurutnya, Presiden SBY tidak pernah melakukan intervensi hukum apa pun terhadap kasus itu. Presiden kata Julian, sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus itu kepada aparat hukum.

“Biarkan pengadilan yang membuktikan karena memang pengadilan mempunyai akses, hak, dan juga instrumen untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Julian.

Dalam berbagai kesempatan wawancara televisi, Antasari mengungkapkan bahwa ternyata penyidik Polri telah mentita sejumlah dokumen terkait kasus yang akan ditangani oleh KPK sebelum dirinya dijebloskan ke penjara karena tuduhan membunuh Nasruddin Zulkarnain.

Selain dokumen terkait IT-KPU, penyidik Polri juga menyita dokumen yang berkaitan dengan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia serta dokumen kerja sama swasta dan BUMN. Padahal menurut pengakuan Antasari, seluruh dokumen itu tak terkait sama sekali dengan perkara pembunuhan Nasruddin.

Saat dilakukan penyitaan dokumen itu, Antasari tak dilibatkan. Hingga kini, dokumen itu belum dikembalikan ke KPK berdasarkan perintah pengadilan.