Jalur Jakarta dan Kepulauan Seribu Bakal Dilayani Kapal Perintis

maiwanews – Transportasi laut dari Jakarta ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu atau sebaliknya tidak lama lagi akan semakin lancar dan sudah barang tentu semakin nyaman.

Sebuah kapal perintis dengan bobot mati 200 DWT dengan daya angkut 114 penumpang secara rutin akan melintasi rute mulai dari Sunda Kelapa menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, dan Pulau Kelapa pergi pulang (PP).

“Masyarakat di Kepulauan Seribu tidak lama lagi akan menikmati layanan kapal perintis,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Menurut Barata, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan direncanakan meresmikan pelayaran perdana kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 46 pada Kamis (28/1) di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, bersama dengan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Barata menjelaskan, pengadaan kapal perintis ini merupakan upaya Kemenhub untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas sarana transportasi laut di Kepulauan Seribu yang selama ini masih terbatas aksesibilitasnya.

Saat ini kata dia, kebutuhan jasa transportasi laut masyarakat di daerah Kepulauan Seribu cukup tinggi, sementara sarana transportasi laut yang melayaninya masih sangat terbatas.

Barata mengatakan, untuk membiayai pengoperasian trayek kapal perintis tersebut, Kemenhub telah menganggarkan dana kewajiban pelayanan publik (PSO) sebesar Rp5,9 miliar yang berasal dari DIPA pada Satuan Kerja Sunda Kelapa, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Dengan beroperasinya KM. Sabuk Nusantara 46 ini sambung Barata, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat di daerah Kepulauan Seribu dengan tarif yang terjangkau dan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

“Diharapkan keberadaanya turut mendongkrak perekonomian masyarakat setempat yang ditandai dengan tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dan industri di daerah tersebut,” kata Barata.

Karena alasan memiliki pengalaman dalam pengoperasian angkutan laut penumpang dan barang dan memiliki manajemen serta sumber daya yang memadai, Kemenhum mempercayakan kepada PT Pelni untuk mengoperasikan kapal perintis ini.