Kaldera Gunung Batur Masuk Jaringan Taman Bumi Global

gunung batur
Gunung Batur (Afrogindahood)
maiwanews – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB ( United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization / UNESCO) menetapkan kawasan Kaldera Gunung Batur Kintamani, Bangli Bali sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN) atau jaringan taman bumi global. Penetapan tersebut dilakukan saat Konferensi Geopark Eropa ke 11 di Geopark Auroca, Portugal pada 20 September lalu. Sebelumnya, Subak atau sistem pengairan pertanian di Bali telah lebih dulu dimasukkan dalam daftar warisan budaya dunia.

Bupati Bangli, I Made Gianyar, dalam keteranganya di Jimbaran Bali pada Sabtu siang mengungkapkan penetapan geopark ini merupakan penghargaan dari UNESCO terhadap pengelola taman bumi. Pengelolaan taman bumi mampu melaksanakan pelestarian geologi dan sekaligus memanfaatkannya sebagai daya tarik wisata. Menurut Gianyar, tantangan kedepan adalah menata dan menjaga kelestarian kawasan Kaldera Gunung. Termasuk menata 15 desa di kawasan Kaldera Gunung Batur.

Menurut Gianyar, master plan sudah ada, tetapi perlu disempurnakan. Ia mengatakan akan ada langkah-langkah teknis dan taktis di pemerintahan Kabupaten Bangli dan ada 15 desa dan konsep pengelolaanya sedang dibahas sekarang dipakai pilot project DMO (destination management organization) untuk kawasan pariwisata.

Made Gianyar menyebutkan pemerintah pusat telah mengalokasikan dana mencapai Rp 20 miliar untuk melakukan penataan kawasan Kaldera Gunung Batur. Dana tersebut bersumber dari APBN tersebut, salah satunya akan digunakanuntuk pembangunan geosite . ”Di bawah geopark ada geosite, ada warisan-warisan bumi letusan tahun sekian, harus diamankan, sehingga ini proses komunikasi juga, jika nanti ada anak-anak datang kesana untuk mempelajari jenis batuan,” papar I Made Gianyar.

Sementara itu, tokoh pemuda Kintamani Bangli, Wayan Nampa, mengatakan jika pemerintah serius melakukan penataan terhadap Kawasan Kaldera Gunung Batur maka pemerintah harus mencari jalan terbaik dalam melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan pasir di Kawasan Kaldera Gunung Batur. ”Sampai saat ini bisa kita lihat, bagaimana tambang galian-c sangat marak disana, bagaimana menyelesaikan itu?”, ujar Nampa.

Ia menambahkan, kalau tambang tersebut serta merta ditutup juga akan menjadi masalah buat masyarakat sekitar, jadinya akan ada kehilangan sekian lapangan pekerjaan kalau memang benar-benar kawasan itu dilestarikan sebagai geopark.

Kaldera Gunung Batur diusulkan oleh Indonesia ke UNESCO sebagai kawasan geopark di samping 5 calon lainnya. Kelima calon lainnya adalah Danau Toba, Merangin, Gunung Rinjani, Raja Ampat dan Kawasan Kars Sewu. (aso/VoA)