Karyawan Telkom Tolak Rencana Merger Flexi-Esia

flexy-esiamaiwanews – Karyawan Telkom yang tergabung dalam Serikat Karyawan (Sekar) Telkom menolak rencana merger Flexi dengan Esia milik Bakrie Telecom dengan menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara.

Ratusan karyawan yang datang dari sejumlah wilayah Indonesia itu, melakukan orasi penolakan rencana merger akuisisi kedua operator terbesar telepon berbasis CDMA tersebut di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa, 30 November 2010.

Selain berorasi, sejumlah spanduk bertuliskan diantaranya “Selamatkan Flexi, Flexi Aset Negara Jangan Berpindah ke Tangan Swasta,” “Kawin Dengan Esia, Tidak lah Emangnya Kodok,” “Tidak Ada Kamus Merger dan Berbisnis Dengan Kelompok Bakrie,” ditampilkan pendemo.

Seperti diberitakan sebelumnya, jika kedua operator itu bergabung, maka akan menguasai 25 juta pelanggan. Telkom Flexi saat ini memiliki pelanggan sebanyak 15 juta, sementara Esia memiliki 10 juta pelanggan.

Rencana merger dua operator selular berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) ini menurut Mustafa Abubakar, akan menyelesaikan persaingan yang selama ini terjadi sehingga nantinya akan menghasilkan satu operator CDMA yang sangat kuat.

Mustafa mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN sangat mendukung rencana tersebut. “Tentu saja kita melihat positif, kita dukung, betul-betul win-win solution. Tentu saja kita berharap secepatnya. Selesai tahun ini,” jelas Mustafa Abubakar di gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 7 Juni 2010.