Kementerian Perdagangan dan APRINDO Gelar Bazaar dan Pojok Rakyat

mendag-menghadiri-acara-pembukaan-bazaar-rakyat-dan-pojok-rakyatMaiwaNews – Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu hari ini menghadiri acara pembukaan “Bazaar Rakyat” dan peresmian “Pojok Rakyat” bertempat di Carrefour Lebak Bulus Jakarta. Acara yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa ini merupakan rangkaian dari program Kementerian Perdagangan bersama beberapa ritel modern anggota APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dan diikuti oleh 140 UKM terpilih yang merupakan binaan bersama Kementerian Perdagangan, Menegkop dan UMKM, HIPMI dan APINDO serta pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sekitar lokasi Carrefour. Bazaar Rakyat akan digelar selama 1 minggu mulai hari ini hingga tanggal 6 Juni 2010.

“Bazaar ini diselenggarakan guna menjembatani terjalinnya kemitraan antara Ritel Modern dan UMKM, serta mewujudkan kesatuan langkah pembinaan dan pengembangan UMKM dan pedagang kaki lima (PKL). Sedangkan Pojok Rakyat adalah wadah permanen sebagai sarana untuk memfasilitasi produk-produk UMKM untuk akses promosi dan pemasaran. Pojok digunakan untuk promosi awal dan pengujian pasar. Setelah berhasil di tahap promosi, tahap berikutnya adalah untuk memberi fasilitasi pengembangan mutu produk, kemasan, merek dan branding sehingga produsen UMKM dapat menjadi pemasok yang permanen di ritel modern. Pada kesempatan ini Kegiatan Pojok Rakyat memfasilitasi sebanyak 33 UMKM yang direkomendasikan dan terseleksi 27 UMKM merupakan mitra binaan Kementerian Perdagangan melalui Pusat Dagang Kecil dan Menengah,” kata Mendag Mari Pangestu.

Pengembangan sektor ritel yang menghidupkan 1,2 juta pekerja, serta multiplier effect dari penciptaan lapangan kerja dan penghasilan bagi produsen dan petani yang menjadi pemasok, merupakan prioritas pemerintah. Maka telah dikembangkan suatu kerangka strategis dan berbagai pola kemitraan yang saling menguntungkan.

Program Pojok Rakyat, merupakan wujud nyata dari salah satu bentuk kemitraan yang dijalin antara UMKM dan ritel modern sesuai dengan Perpres 112/2007 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Menyediakan zona khusus untuk UMKM merupakan salah satu cara kemitraan yang dikembangkan. Pada bulan Desember 2009 Kementerian Perdagangan telah menggelar di beberapa ritel modern konsep “Pojok Demo Sahabat UKM” yang berhasil memfasilitasi sekitar 54 UMKM, dimana 8 dari mereka berhasil menjadi pemasok tetap pangan pada ritel modern yang terkait.

Kementerian Perdagangan juga telah memfasilitasi dibentuknya Forum Pangan yang terdiri dari UMK yang berhasil menjadi pemasok pangan ke ritel modern yang membantu mengidentifikasi dan fasilitasi pedatang baru lainnya.

Kali ini, Pojok Rakyat diupayakan oleh PT. Carrefour dengan pola yang lebih berkesinambungan, dengan jangka waktu selama 2 tahun dan lebih komersial, dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemandirian UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan di 3 (tiga) outlet Carrefour yaitu di Lebak Bulus, MT Haryono dan Bintaro.

Pelaksanaan Pojok Rakyat dan ini bertujuan (1) Meningkatkan penjualan produk UMKM dengan memberikan kesempatan pada produk-produk UMKM untuk bersaing dengan produk lain; (2) Memberikan pilihan konsumen akan produk dalam negeri yang tengah dan terus dijalankan oleh Pemerintah. (3) Memberikan kepastian pasar dan mendorong UMKM memenuhi standar produk agar dapat bersaing.

“Kita patut menghargai upaya yang dilakukan oleh PT. Carrefour yang berkomitmen melakukan berbagai kegiatan kemitraan secara konkrit dan lebih luas dengan menggandeng UMKM untuk mengembangkan usaha bersama yang lebih baik dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. Oleh karena itu, Pemerintah mendorong dan mendukung jika peritel modern lainnya juga melakukan kegitan serupa melalui kemitraan sehingga terdapat hubungan sehat dan saling menguntungkan atau tumbuh bersama,” lanjut Mendag.

Mari Pangestu lebih lanjut menegaskan bahwa pembinaan UKM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun harus dikembangkan bersama-sama dengan kalangan dunia usaha secara langsung atau dengan pola kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha. Penguatan yang sinergis dan komprehensif bagi kedua belah pihak di masa depan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan perekonomian nasional.

Dalam kemitraan UMKM dengan ritel modern, terutama yang skala mikro dan kecil, selama ini sudah ada beberapa mekanisme yang patut dikembangkan terus dan menjadi berkesinambungan:

1. Pertama memberi lokasi penjualan langsung secara tidak tetap atau tetap: melalui bazaar atau pemasaran bersama secara tidak tetap di lokasi terbuka yang disepakati atau memberi lokasi khusus untuk menjual produk mereka (misalnya, zona di luar minimarket yang dibolehkan untuk pedagang makanan atau kaki lima).

2. Kedua, melalui zona atau pojok khusus sebagai test atau uji coba pasar untuk produk UMKM yang bersangkutan yang kemudian dikembangkan dan fasilitasi secara bertahap sehingga dapat menjadi pemasok tetap.

3. Ketiga, menjadi pemasok tetap ritel modern setelah dievaluasi kekuatan daya saing dan preferensi yang tinggi dari konsumen.

4. Keempat, di luar UMKM di industri pengolahan, peritel modern juga sudah mulai membina dan memfasilitasi kelompok tani untuk menjadi pemasok produk pertanian seperti sayur mayur dan buah-buahan.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, pelaksanaan kemitraan ini telah membuahkan hasil positif, yaitu dari ± 40.000 jumlah produk yang diperdagangkan di 81 outlet Carrefour, 70% di antaranya merupakan produk dalam negeri yang bersumber dari UMKM dari seluruh supplier mitra PT. Carrefour yang tercatat berjumlah 4.000 supplier. Ini menggembirakan, mengingat di awal berdirinya padatahun 1998, Carrefour hanya menyerap 30% produk lokal.

Menurut estimasi APRINDO dengan 500 anggota dan 9000 outlet di seluruh Indonesia, pemasok yang terdiri dari usaha mikro dan kecil diperkirakan sekitar 10-15 persen dan jumlah persentase ini yang perlu dilipatgandakan dalam 5 tahun kedepan. Salah satu mekanisme adalah dengan replikasi dalam jumlah yang lebih banyak oleh semua peritel modern, mekanisme seperti Program Pojok Rakyat. Pemerintah bermitra untuk melakukan fasilitasi dan mengaktifkan Forum Komunikasi (Kepmendag 737/2009) sebagai wadah untuk menciptakan kepastian usaha dan dialog antara semua stakeholders, termasuk pemasok dan ritel modern untuk berbagai isu termasuk akses pasar, trading terms dan mekanisme kemitraan.

“Kegiatan kemitraan UMKM dengan Carrefour yang difasilitasi Kemendag diharapkan juga mampu menembus pasar global melalui jaringan Carrefour. Pada bulan Mei 2008, Kemendag memfasilitasi 16 UMKM memasarkan produk-produknya di seluruh gerai Carrefour di Perancis. Kami harapkan melalui Pojok Rakyat ini, ke depan produk-produk Indonesia mampu menembus jaringan ritel global lain,” jelas Mendag.