
maiwanews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar Diklat Teknis Peningkatan kapasitas SDM bagi Kepala Desa Gelombang II (Angkatan III dan IV), di Ballroom Ayola Sunrise Hotel, Jalan Benteng Pancasila No.9, Mergelo, Mojokerto, Selasa (15/3/2022).
Dalam membuka Diklat Teknis Peningkatan kapasitas SDM, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, diklat yang menggunakan Format One Village One CEO ini merupakan konsep program satu desa, satu manajer untuk membangun desa berkembang, dengan cara meningkatkan skill, untuk membangun desa yang sudah berkembang agar menjadi maju, sementara yang sudah maju menjadi desa mandiri.
“ Alhamdulillah, Jawa Timur bebas dari desa tertinggal menjadi desa berkembang dipertengahan tahun 2021, dan dilihat dari indeks desa membangun yang dikeluarkan Kemendesa Mandiri di Jatim tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Khofifah, keberhasilan dari prestasi paling tinggi desa mandiri di Indonesia merupakan hasil kinerja dari para kepala desa di Jatim, tapi kita masih punya tantangan yang akan datang yang bisa lebih variatif dan bisa lebih kompleks.
Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, para Kepala Desa (Komandan) dari masing-masing desa harus memiliki jiwa kepemimpinan dan jiwa enterpreneurship, agar bisa menjalankan format one village one CEO yang ada berjalan dengan baik.
Ia menambahkan, apa yang sudah menjadi prestasi positif dan produktif harus kita jaga dan kita tingkatkan, harapan kita desa mandiri di 38 kabupaten/kota dan kelurahanyang masih kecil bisa ditingkatkan lagi. Jadi setiap pertemuan selalu ada rekomendasi-rekomendasi untuk kebaikan bersama.
Sementara itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai,mengatakan, diklat kali ini merupakan lanjutan dari sebelumnya angkatan pertama dan kedua, yang sudah dilaksanakan di Madiun, dan saat ini angkatan ketiga dan keempat, yang juga diikuti oleh para kepala desa, baru terpilih dan juga sudah melaksanakan tugas, yang akan diberikan pendidikan dan pelatihan.
Ia menambahkan, sesuai arahan gubernur yang menginginkan kepala desa harus tetap bertanggung jawab terhadap pengolahan anggaran selain harus berinovasi dan berkreatif. Sehingga dalam menjalankan masa jabatannya dari awal sampai akhir betul-betul menjalankan amanah rakyat, dana yang diterima dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang ada di wilayahnya.
Aries Agung juga mengatakan, bahwa komposisi peserta dari 29 Kabupaten dan ditambahan satu kota, diikuti oleh kepala desa masing-masing perwakilan yang tentunya dipilih oleh pemerintah Kabupaten dan Kota. “orang-orang yang terpilih dari masing-masing Kabupaten/kota, dan Insya Allah akan menjadi pioner dari daerahnya masing-masing, dan memberikan contoh yang baik,” ujarnya.
Karena ini tambah Aris, akan menjadi barometer untuk meningkatkan kompetensinya, selain itu nanti ada visitasi yang dilaksanakan oleh para kepala desa tentunya dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto. yang nantinya akan bisa langsung melihat bagaimana desa yang mandiri dan produktif terhadap peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang dilakukan desa tersebut.
Acara ini berlangsung selama lima hari, dari 14 Maret sampai 18 Maret, dan diharapkan mereka terus berinovasi dan berkreativitas dalam menerima materi dari narasumber dan keaktifan para kepala desa. (i)
Polda Jateng Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Rental Lintas Daerah
Aliyah Mustika Ilham Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke-117
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan IndonesiaThailand
Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri Wujudkan Swasembada Pangan
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara









