maiwanews – Usai dilakukan pemeriksaan terhadap Muhammad Nazaruddin, Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, keterangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) itu soal CCTV dan uang ke Chandra Hamzah meragukan.
Menurut Ketua Komite Etik, Abdullah Hehamahua, pihaknya telah mengejar pertanyaan seputar pengakuan Nazar atas KPK, namun tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games 2011 di Palembang itu terus berkelit.
“Saya selalu kejar, tapi dia (Nazaruddin) kan orangnya begitu, antara pembohong dan peragu. Dia tidak berani tegas katakan karena (alasan) macam-macam,” kata Abdullah di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis 8 September 2011.
Abdullah Hehamahua menjelaskan, dirinya juga meminta supaya Nazar menunjukkan CCTV yang dia miliki seperti yang diakuinya ketika masih dalam pelarian. Namun Nazar beralasan, kata Abdullah, CCTV itu ada di tas yang saat itu dia bawa di Kolombia.
Sementara ketika anggota Komite Etik lainnya juga menanyakan soal copy CD CCTV itu, Nazar menjawab copy CD CCTV itu ada di Singapura. Karenanya, lanjut Abdullah, pihaknya jadi bertanya-tanya, betulkah ada CCTV dimaksud.
Terkait pemberian sejumlah uang dari Nazar ke Chandra Hamzah, Abdullah menjelaskan, uang yang dimaksud Nazar itu tidak pernah ada. Tepatnya, uang 100 ribu US dollar tidak jadi diserahkan kepada Chandra.
“Uang tidak jadi disampaikan ke Pak Chandra. Jadi tidak jadi berapa ratus ribu USD itu. Dia (Nazaruddin) bilang ada program, jadi uang itu nggak jadi dikasih, 100 ribu US dollar,” ungkap Abdullah.
Sementara itu, pengacara Nazaruddin, Afrian Bondjol, mengungkapkan dipastikan kliennya telah lima kali bertemu dengan Chandra. Pertemuan pertama berlangsung di restoran Jepang di Mid Plaza Hotel. Pertemuan kedua dan ketiga terjadi di restoran Jepang di Apartemen Casablanca.
Sedangkan pertemuan keempat dan kelima dilakukan di rumah Nazaruddin di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Afrian mengaku memiliki bukti rekaman video CCTV dan saksi mata atas kelima pertemuan tersebut.
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Presiden Lantik 961 Kepala Daerah Secara Serentak
Polisi Ungkap Pertambangan Emas Ilegal di Boalemo, Gorontalo
Militer Rusia Lancarkan 38 Serangan Terhadap Ukraina dalam Sepekan Terakhir









