maiwanews – Korea Utara (Korut) menuding Amerika Serikat akan memicu terjadinya perang nuklir. Kamis 7 Maret 2013 kantor berita negara itu menyiarkan pernyataan Juru Bicara Kementerian Korea Utara. Korut dikatakan akan melakukan haknya demi kepentingan kepentingan dalam negerinya. Angkatan bersenjata Korut siap melancarkan serangan nuklir terhadap pertahanan penyusup untuk melindungi kepentingan utama negaranya.
Awal minggu ini seorang jenderal bintang empat muncul di televisi untuk mengumumkan bahwa hari Senin depan Korea Utara membatalkan gencatan senjata tahun 1953. Perjanjian 1953 menghentikan perang saudara Korea selama 3 tahun.
Korut tidak menutupi kegeramannya pada sanksi-sanksi baru Dewan Keamanan PBB. Korut juga menyampaikan dengan tegas bahwa pihaknya tidak senang dengan latihan militer antara pasukan Amerika dan Korea Selatan (Korsel) saat ini. Korut menuding latihan gabungan itu sebagai dalih Amerika melakukan serangan nuklir.
Panglima pasukan Amerika di Korea Selatan, Jenderal James Thurman, mengeluarkan pernyataan khawatir dengan ancaman Korea Utara dengan membatalkan perjanjian gencatan senjata 1953. Ia mengatakan bahwa sebagai pimpinan komando PBB di semenanjung itu, ia bertanggung jawab untuk menegakkan sepenuhnya ketentuan-ketentuan gencatan senjata.
Dokumen gencatan senjata itu ditandatangani oleh komandan-komandan militer Tiongkok dan Korea Utara di satu pihak, dan komando PBB pimpinan Amerika atas nama masyarakat internasional. Korea Selatan tidak menandatangani perjanjian tersebut. Sejak itu kedua Korea terpecah. Tidak pernah dibuat perjanjian damai, sehingga Korea Utara dan Selatan tidak pernah mempunyai hubungan diplomatik. (aso/VoA)
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Prabowo Hadiri peringatan Hardiknas 2025 dan Peluncuran PHTC di SDN Cimahpar 5
Bareskrim Telusuri Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan









