Jakarta – TNI AL kembali mengukir prestasi, Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Kakap-811 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut telah berhasil mengamankan 4 kapal ikan asing (KIA) asal Philipina yang tidak
memiliki dokumen lengkap di sekitar perairan laut Sulawesi, Rabu, 21 April 2010.
Ke-4 kapal yang berhasil diamankan tersebut masing-masing FB. Conie-5 di Nakhodai Odeng, memiliki bobot 18.83 GT dengan jumlah ABK 3 orang. Kapal ke dua FB. Conie-10 di Nakhodai Ricardo Reicones, memiliki bobot 20,61 GT dengan jumlah ABK 3 orang. Kapal ke tiga FB. Conie-4 dengan Nakhoda kapal Isabelo, memiliki bobot 20 GT dengan jumlah ABK 2 orang. Kapal ke empat yaitu FB Philcon-3 di Nakhodai Alponso M Reicones J, memilki bobot 69 GT dengan jumlah ABK 22 orang.
Nakhoda dan ABK ke-4 kapal ikan tersebut semuanya warga negara Philipina. Ketika dilakukan pemeriksaan, kapal FB Philcon-3 sudah mendapat hasil tangkapan 1 ton ikan campuran, sedang ke tiga kapal lainnya dalam keadaan kosong.
Menurut Komandan KRI Kakap-811 Mayor Laut (P) Tunggul, bahwa jenis pelanggaran yang dilakukan ke-4 kapal ikan asing yang berlayar dari General Santos menuju Fishing Ground tersebut yaitu tidak memiliki SIB (Surat Ijin Berlayar) dan menangkap ikan di perairan ZEE Indonesia tanpa dilengkapi dengan surat ijin dari pemerintah Indonesia.
“Guna penyidikan dan proses hukum lebih lanjut, ke-4 kapal beserta ABK dan barang bukti lainnya dikawal ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nunukan,” kata Komandan KRI Kakap-811 Mayor Laut (P) Tunggul.
KRI Kakap-811 yang memiliki radar itu adalah kapal jenis FPB-57 buatan Jerman. Kapal yang pemesanannya disertai dengan perjanjian untuk membuat kapal selanjutnya di PT PAL, mulai dioperasikan oleh TNI AL tahun 1988.
KRI Kakap dengan bobot 425 ton itu mampu mencapai kecepatan maksimum 28.1 knot. Kapal perang milik TNI AL itu dilengkapi dengan meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62 mm termasuk dek penerbangan dan hanggar di bagian belakang untuk helikopter sekelas NBO-105.









