Lima Instruksi Presiden SBY Terkait Gunung Merapi

SBYmaiwanews – Menyusul makin meningkatnya aktifitas vulkanologi Gunung Merapi beberapa waktu terakhir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan lima keputusan atau instruksi.

SBY mengatakan, sifat musibah Gunung Merapi yang berbeda dengan bencana lain seperti di Mentawai, wasior dan gempa di Padang beberapa waktu lalu, maka pemerintah memandang perlu mengambil langkah-langkah ekstra atau yang berbeda dari sebelumnya.

Lima keputusan atau instruksi Presiden tersebut adalah:

Pertama, kendali operasi tanggap darurat penanggulangan bencana Gunung Merapi Yogyakarta mulai hari ini berada di tangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dibantu oleh Gubernur, Pangdam dan Kapolda setempat.

Kedua, unsur pemerintah pusat akan diajukan untuk mengawal uapaya penanggulangan yang dipimpin oleh Menko Kesra, Agung Laksono. Salah satu tugasnya adalah untuk memastikan bantuan yang diberikan pemerintah pusat berjalan sebagai mana mestinya.

Ketiga, TNI mengerahkan dan mengajukan satu Brigade khusus penanggulangan bencana yang dipimpin seorang berpangkat Brigadir Jenderal. Bigade khusus itu terdiri dari Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni, Bekang, Marinir, dan Infantri.

Keempat, Polri agar mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengatur ketertiban di lokasi bencara terutama lalu lintas dan keamanan pengungsi termasuk harta benda mereka.

Kelima, seluruh ternak para pengungsi diputuskan untuk dibeli oleh pemerintah dengan harga yang pantas. SBY mengatakan, ia mendengar ada pihak yang akan membeli ternak warga itu dengan harga murah. Menurutnya, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan saat warga sedang terkena bencana.

Baik unsur TNI mapun Polri yang diberi tugas tersebut, menurut SBY, tetap satu komando di bawah BNPB berdasarkan tugas yang telah ditetapkan oleh undang-undang.

Di akhir sambutannya SBY mengimbau warga seluruh tanah air agar turut membantu warga yang terkena bencana itu. Tak lupa SBY memimpin hening cipta untuk para korban yang meninggal akibat tersapu awan panas Merapi.