Ciwidey – Lagi – lagi, musibah bencana alam kembali menimpa kawasan Jawa Barat. Akibat hujan lebat yang turun terus menerus semalam, terjadi longsor dan menimbun lebi dari 50 rumah panggung di Ciwidey Kabupaten Bandung pada Selasa, 23 Februari 2010 pukul 08.00 pagi hari.
Empat jenazah korban yang tewas telah dievakuasi, sementara diperkirakan lebih 50 orang masih tertimbun tanah longsoran setebal 300 meter. Upaya evakuasi berjalan lambat disebabkan belum ada alat berat yang diterjunkan di lokasi yang jaraknya 80 km atau perjalanan 2 atau 3 jam dari Ciwidey.
Lokasi bencana longsor berada di perkebunan teh Dewata Milik PT. Kabepe Chakra desa Tenjalaya Kabupaten Bandung, korban diperkirakan sebagian besar adalah pekerja perusahaan teh yang memiliki pekerja sekitar 2.000 orang dan bermukim sekitar perkebunan.
Minimnya bantuan berupa peralatan evakuasi juga disebabkan oleh masih terkonsentrasinya bantuan bencana banjir yang merendam rumah hingga setinggi atap rumah di Bale Endah Bandung Selatan yang sudah berlangsung cukup lama.
Sejauh ini, proses pertolongan dan evakuasi dilakukan oleh masyarakat dan polisi secara manual dengan peralatan sederhana seperti cangkul, lokasi yang terpencil dan terhambatnya komunikasi ikut memperburuk keadaan.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membatalkan beberapa kunjungannya dan berencana langsung mengunjungi lokasi bencana longsor yang juga sudah pernah terjadi di lokasi lain di Jawa Barat dengan korban jiwa yang cukup besar.









