Menag: Perhatian Presiden Putin Terhadap Islam di Rusia Sangat Baik

maiwanews – Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali memberikan apresiasi khusus kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin atas perhatiannya yang besar pada kebebasan beragama di negeri itu. Suryadharma menilai, saat ini Islam berkembang baik di Rusia.

Hal itu disampaikan Suryadharma Ali pada saat konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Kamis (24/10) malam WIB. “Saya sangat mengapresiasi Vladimir Putin, perhatian Presiden Rusia terhadap Islam sangat baik,” kata Suryasharma seperti dirilissitus Kemenag, Jumat (25/10/2013).

Komunitas beragama seperti Muslim dan Kristen Ortodox jelas Suryadharma, saat ini sama-sama menikmati kebebasan beragama yang oleh pemerintahan yang dipimpin Presiden Vladimir Putin, tegas-tegas dijamin dan bahkan memperoleh dukungan.

Kesan tersebut didapat Suryadharma usai melakukan kunjungan kerja ke UFA, Ibukota Republik Bhaskortostan, Federasi Rusia. Menag hadir di Rusia (setelah dari tanah suci) untuk mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Ulang Tahun Central Muslim Spiritual Board (CMSB) of Russia yang ke – 225 yang berlangsung tanggal 21-22 Oktober 2013.

Di Forum ini hadir lima Menteri dari Negara-negara dengan populasi ummat Muslim mayoritas, seperti Indonesia dan Arab Saudi. Selain itu, hadir pula akademisi, aktivis organisasi-organisasi Islam, NGO-NGO dari berbagai negara, dan perwakilan dari Isesco (Islamic Social Educational and Scientific Council). Presiden Federasi Russia, Vladimir Putin sendiri hadir di acara puncak.

Menag mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menegaskan kembali kehadiran masyarakat Muslim di Rusia. Apalagi dalam kenyataanya kata Suryadharma, 10 dari sekitar 60 negara-negara bagian federasi Rusia memiliki populasi Muslim yang cukup besar, bahkan ada yang mayoritas.

Kunjungan kerja ke Russia ini pungkas Suryadharma, diharapkan dapat meningkatkan jalinan kerjasama dengan saudara-saudara Muslim di negara lain dalam rangka meningkatkan kehidupan mereka di berbagai bidang seperti pertukaran pelajar dan mahasiswa, pengiriman tokoh-tokoh agama, guru madrasah dan dosen untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu.