maiwanews – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoto mengatakan, Indonesia sama sekali tidak tergantung kepada siapapun dan negara manapun, apalagi terkait latihan pasukan elit TNI-AD Kopassus.
Menurut Purnomo, Kopassus bisa melakukan program latihan sendiri, di negeri sendiri. “Kita punya lahan yang luas di Indonesia,” kata Purnomo di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Desember 2010.
Pernyataan tesebut disampaikan Purnomo menjawab isu yang menyebut Indonesia pernah melobi Amerika Serikat (AS) agar mencabut larangan pelatihan Kopassus seperti dalam dokumen yang dilansir situs WikiLeaks.
Dijelaskan Purnomo, hubungan antara negara pada prinsipnya adalah kesetaraan serta memiliki derajat yang sama. Karena itu, menurut mantan Menteri ESDM itu, antara satu negara dengan negara yang lain tidak boleh ada ketergantungan.
Dicontohkan Menhan, Kopassus memiliki keunggulan di bidang perang hutan, sedangkan militer negara lain seperti AS jago dalam perang kota. Sehingga menurutnya, dua negara bisa saling membutuhkan, Indonesia bisa saja latihan perang dengan AS atau negara lain.
Seperti diketahui, AS memberkukan kerjasama militer termasuk pelatihan Kopassus sejak tahun 1999 lalu terkait tudingan pelanggaran HAM yang dilakukan Kopassus. Kopassus dianggap bertanggung jawab atas kasus-kasus pembunuhan dan penyiksaan warga sipil selama konflik di Aceh maupun Timor Timur.
Terkait itu, Wikileaks menyatakan Indonesia telah gencar melakukan lobi-lobi agar pemerintah AS mencabut larangan pelatihan Kopassus. Masih menurut Wikileaks, upaya itu banyak didukung Kedutaan Besar (Kedubes) AS yang ada di Jakarta.
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Pengawalan VIP dan VVIP Diminta tidak Arogan









