Merapi Bererupsi, Ribuan Warga Ikuti Evakuasi

gunung-merapimaiwanews – Gunung Merapi telah bererupsi dengan cara elusif (aliran), bukan eksplosif atau ledakan. Sifat letusan merapi seperti biasanya, menyamping, tidak menyembur ke atas.

Aliran material yang berasal dari gunung berapi itu menunjukkan bahwa Merapi telah meletus. Material yang keluar akibat letusan tersebut, mengalir ke arah Selatan Merapi.

Saat terjadi letusan, dari arah puncak gunung merapi, meluncur gumpalan pekat bergulung-gulung ke arah wilayah Samburejo dan Kinahrejo, atau ke arah di mana Mbah Maridjan bermukim.

Akibat letusan itu, juga menyebabkan menggumpalnya awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel dengan membawa material pasir panas bersuhu hingga 500 derajat Celcius.

Gumpalan awan panas tersebut mampu mencapai radius 6 kilometer dari sumber letusan. Hingga kini, Merapi masih terus memuntahkan awan panas dan menyebarkan hujan debu.

Akibat letusan itu, kepanikan warga terjadi sehingga memaksa ribuan warga mengikuti proses evakuasi menjauhi area Merapi.

Sebagian besar warga dievakuasi ke barak pengungsi yang telah disediakan seperti di Umbulharjo dan Hargobinangun yang sebelumnya dikunjungi Wapres Boediono dan rombongan.

Sementara itu, akibat telah jatuh korban terkena awan panas, pemerintah menghimbau warga yang berada pada pada radius 4 kilometer sampai 7 kilometer dari Merapi agar mengungsi ke posko pengungsian.