
maiwanews – Militer Azerbaijan menangkap 6 tentara Armenia di perbatasan kedua negara Kamis 27 Mei. Ini merupakan insiden terbaru setelah perang kedua negara terkait sengketa atas wilayah Nagorno-Karabakh.
Atas insiden itu Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan meminta pengamat internasional hadir di perbatasan kedua negara. Sementara Amerika Serikat mendesak kedua negara kembali ke meja perundingan dan segera menyelesaikan konflik secara damai.
Kemeterian Pertahanan Armenia mengaku prajuritnya sedang melakukan pekerjaan teknik di wilayah perbatasan ketika ditangkap tentara Azerbaijan.
Militer Azerbaijan menuding keenam prajurit Armenia itu merupakan anggota kelompok pengintai dan sabotase. Mereka dituding memasang ranjau di rute pasokan mengarah posisi Azzerbaijan.
Kedua terlibat perang di wilayah Nagorno-Karabakh Minggu 27 September 2020, sehari kemudian pasukan Azeri dan Armenia saling serang menggunakan artileri berat. (VOA + m)
Panen Jagung Seluas 68 Hektar di Pati, Hasilkan 478 Ton
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Pangsa Mobil Listrik Porsche Naik, Macan Model Terlaris di Kuartal Pertama 2025
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Mobil Listrik Porsche Taycan Turbo GT Cetak Recor Baru di Brasil









