maiwanews – Komisaris Jenderal Polri Nanan Soekarna mengatakan masih banyak anggota Polri yang korup serta berperilaku buruk. Karena itu, perlu dilakukan pengawasan anggota Polri hingga tingkat daerah.
“Polisi korup dan brengsek itu masih banyak juga,” kata Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komisaris Jenderal Polri Nanan Soekarna.
Hal itu dikatakan Nanan dalam sebuah Seminar Nasional ‘Peran Sistem Whistleblowing dalam Pandangan Internal Auditor Pemerintah’ di gedung Bappenas, Jl Taman Suropati no. 02 Jakarta Pusat, Selasa 3 Agustus 2010.
Menurut Nanan, polisi memiliki potensi besar untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran karena memiliki kekuasaan dalam melaksanakan upaya penegakan hukum. Polisi bisa powerfull lanjut Nanan, karena punya kewenangan dan kekuasaan.
Hal itu akan terjadi jika tidak dilakukan pengawasan, kalau perlu hingga ke tingkat daerah. “Kalau perlu dibentuk ombudsment di setiap daerah. Kalau tidak diawasi korup nanti polisi,” kata manta Kadiv Humas Mabes Polri itu.
Untuk memaksimalkan fungsi pengawasan itu, Nanan berpendapat, perlu pengawas dari unsur luar kepolisian, karena menurutnya, Polri memiliki budaya kerja sama tim, loyalitas, dan saling dukung sesama anggota.
Budaya itu, katanya, menimbulkan rasa solidaritas antar sesama anggota, yakni budaya tidak saling melaporkan. “Budaya itu menimbulkan blue wall of silence (sikap bungkam) yang sulit ditembus,” kata Jenderal yang disebut-sebut akan dicalonkan jadi Kapolri itu.
Satgas Si-Ipar Ajar Calistung ke Anak-Anak Yalimo, Papua
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Tim SAR Ditpolsatwa Baharkam Polri Bantu Korban Gempa Myanmar
Sekjen Partai Komunis Viet Nam Berkunjung ke Indonesia









