Obama: Batas Palestina-Israel Mengacu Pada Tahun 1967

Barack ObamaPresiden Amerika Serikat Barack Obama pada pidatonya 19 Mei 2011 mengenai kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah menyampaikan solusi perdamaian Palestina-Israel harus mengacu pada perbatasan kedua negara pada tahun 1967.

Seruan Obama terhadap perundingan damai kedua negara telah disampaikan sejak Selasa 17 Mei 2011 di Gedung Putih setelah melakukan pertemuan dengan Raja Yordania, Abdullah.

Pada kesempatan itu Obama menyerukan kepada Palestina dan Israel untuk mencari jalan kembali ke meja perundingan. Menurut Obama, Amerika dan Yordania akan terus bekerja sama untuk mendukung kesetaraan dan penyelesaian adil bagi konflik kedua negara yang dikatakan Raja Abdullah masalah utama di Timur Tengah.

Presiden Obama mengatakan ia dan raja Yordania juga membicarakan situasi di Libya selagi transisi politik terjadi di Mesir dan Tunisia. Pertemuan itu juga mencakup cara-cara kedua negara bekerjasama dalam bidang ekonomi.

Apa yang disampaikan Obama sesuai dengan keinginan Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas. Pada pertemuannya dengan anggota parlemen Israel (Knesset) di Ramallah 15 Oktober 2010, Abbas mengatakan Ramallah mengakui keberadaan Israel pada tahun 1993 dan Israel harus mengakui Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967.

Tahun 1967 terjadi peristiwa perang antara tiga negara Arab yaitu Mesir, Yordania, dan Suriah melawan Israel. Ketiga negara Arab tersebut dibantu Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Aljazair. Perang berlangsung selama 6 hari dan berakhir dengan kemenangan Israel.

Sejak kemenangan itu Israel menguasai Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, Tepi Barat (termasuk Yerusalem Timur), dan Dataran Tinggi Golan. (irib.ir/VOA/wikipedia/aso)