maiwanews – Sirine peringatan berbunyi di Tel Aviv hari Jum’at 16 Nopember 2012 untuk pertama kalinya sejak perang Teluk 20 tahun lalu. Di Yerussalem, sirine juga terdengan setelah sayap militer Hamas meluncurkan tiga roket di bagian Timur dan Utara kota.
Roket dari Palestina ditembakkan dalam interval 8 detik dari peluncur dengan kemampuan membawa lima unit misil Fajr-5. Misil ini adalah buatan Iran, memiliki panjang 6 meter dengan daya jangkau 75 kilometer. Hal itu mmbuatnya mampu mencapai Tel Aviv. Tembakan roket ke Israel merupakan jawaban atas pengeboman oleh jet tempur dan kapal perang Israel.
The Jerusalem Post melaporkan bahwa dua ledakan terdengar sesaat setelah sirine berhenti, sementara koran harian Haaretz melaporkan misil mendarat di Holon, sebelah Selatan Tel Aviv. Pihak kepolisian mengatakan ledakan itu tidak berbahaya, namun mengejutkan 40% orang Israel dimana mereka hingga saat ini tinggal di tempat aman, di luar jangkauan zona roket.
Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel mengaku pihaknya telah menahan diri, namun eskalasi peristiwa sejak beberapa hari terakhir memaksa Israel mengambil tindakan terhadap serangan Hamas. Warga sipil di Selatan Israel mendapat serangan berkelanjutan dari Gaza sejak Sabtu 10 November lalu. Lebih dari 120 roket ditembakkan sebelum Israel melancarkan operasi militer Operation Pillar of Defense 14 November.
Operation Pillar of Defense dikatakan pihak Kemenlu Israel bertujuan meniadakan ancaman strategis terhadap rakyat Israel. Untuk mencapai hal tersebut, IDF (militer) akan melindungi orang Israel, termasuk mengurangi kemampuan pasukan roket jarak dekat dan jauh Hamas. Selain itu, Israel bertindak merusak komando dan sistem kontrol Hamas.
Aktivis HAM, Adie Mormech, dalam wawancara dengan Russia Today mengatakan dirinya baru saja pulang dari rumah sakit Al Shif di Gaza. “Saya melihat seorang perempuan kecil datang dan dia tidak memiliki sebelah tangan”, kata Mormech. Ia sedang berada di ruang ICU saat tiba seorang perempuan kecil lainnya berumur sekitar 1 tahun. Dia tidak memperlihatkan tanda-tanda kehidupan, satu jam kemudian Mormech mendengar kabar kalau anak itu meninggal.
lebih lanjut dikatakan, ada banyak anak-anak, laki-laki, dan perempuan terbunuh atau terluka. Ini adalah kejahatan besar-besaran terhadap populasi tak berdaya. Menurut Mormech, untuk saat ini, jika Israel tetap membunuh banyak orang sipil. akan ada respon dari pemerintahan Hamas. (aso/Al Arabiyah/Russia Today/Israel MFA)









