Pakistan Minta AS Stop Serangan Pesawat Tak Berawak

Sherry Rehman
maiwanews – Pakistan meminta Amerika Serikat untuk mengakhiri serangan pesawat tak berawak badan intelejen Amerika, CIA. Permintaan Pakistan dilakukan menjelang KTT intelijen AS-Pakistan di Washington. Sebelumnya, Pakistan telah berulang kali mengecam serangan pesawat tanpa awak karena telah melanggar kedaulatan.

Duta Besar Pakistan, Sherry Rehman, mengatakan serangan pesawat tak berawak sudah berhasil merusak Al-Qaidah tetapi kini hanya membuat kelompok itu merekrut militan baru. Hal itu disampaikan Sherry Rehman dalam debat dengan penasehat perang Gedung Putih, Douglas Lute, Jum’at 27 Juli 2012 dalam Forum Keamanan Aspen.

Douglas Lute tidak bersedia mengomentari program pesawat tak berawak itu, tetapi pejabat-pejabat Amerika secara pribadi menyatakan program itu akan berlanjut karena Pakistan terbukti tidak mampu atau tidak mau menarget militan berbahaya.

Hal senada disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta bulan lalu. Ia mengatakan Amerika tidak berencana mengurangi serangan di wilayah Pakistan, ia menambahkan bahwa Amerika selalu jelas-jelas akan membela dirinya.

Sementara Ketua badan intelijen Pakistan Letjen Zaheerul Islam diperkirakan akan menegaskan kembali permintaan agar Amerika menghentikan serangan pesawt tak berawak dalam pertemuan pertamanya dengan Direktur CIA David Petraeus, di markas besar CIA di Virginia, pekan depan.

Senin 23 Juli lalu sebuah pesawat tanpa awak milik Amerika menewaskan sedikitnya sembilan tersangka militan di Pakistan barat laut. Misil-misil menggempur sebuah kompleks di kawasan Shawal di daerah kesukuan Waziristan utara dekat perbatasan dengan Afghanistan. Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat kubu militan Al-Qaidah dan Taliban.