Paripurna Hari ke 2, Tetap Dipimpin Marzuki Alie

Jakarta – Rapat Paripurna DPR lanjutan hari kedua yang membahas tentang kesimpulan hak angket Pansus Bank Century tetap berlangsung sesuai jadwal sebelumnya tanggal 3 Maret 2010, setelah Paripurna pertama hari ini yang berakhir ricuh.

Meskipun mendapat kecaman sejumlah pihak setelah Ia dianggap tidak mampu memimpin sidang dengan baik terutama saat terjadi keributan, hasil rapat darurat pimpinan DPR memutuskan Paripurna kedua Rabu tetap akan dipimpin ketua DPR Marzuki Alie.

Tiga orang wakil ketua DPR yakni Pramono Anung dari PDIP, Priyo Budi Santoso dari Golkar, dan Anis Matta dari PKS yang melakukan jumpa pers tanpa kehadiran Marzuki Ali dari Demokrat dan Taufik Kurniawan dari PAN, menyayangkan gaya kepemimpinan Marzuki Alie yang menutup sidang tergesa – gesa tanpa terlebih dahulu meminta pendapat pimpinan DPR yang lain. Bahkan Priyo mengaku telah membisikkan ke  Marzuki Alie agar rapat diskors terlebih dahulu namun tidak dihiraukan.

Namun menurut Marzuki, meskipun berlangsung ricuh, rapat Paripurna hari ini tidak deadlock, tapi sudah sesuai dengan dua agenda rapat yang telah ditawarkan dan disepakati peserta rapat sebelum paripurna dimulai. Rapat hari pertama memang sudah menyelesaikan agendanya yakni pelantikan wakil ketua DPR Taufik Kurniawan dan penyampaian laporan pimpinan Pansus.

Kericuhan yang terjadi menurut Marzuki Alie, lebih disebabkan oleh soal teknis microfon mati yang ternyata menurutnya, jika dinyalakan lebih dari empat secara bersamaan, maka secara otomatis akan mati, karenanya jika ingin bicara harus tertib.

Dalam suasana rapat saat terjadi hujan interupsi, puluhan interuptor meramaikan susana sidang, namun tercatat Marzuki Alie hanya memberi kesempatan 7 anggota menyampaikan interupsinya. Lily Wahid dari PKB yang kebetulan microfonnya menyala dan berkali – kali meminta kesempatan interupsi, tidak diberikan oleh pimpinan.

Soal microfon mati, beberapa anggota dewan menyalahkan dan mengecam pihak kesekjenan DPR, bahkan mereka mencurigai hal tersebut sebagai sebuah kesengajaan sebagai bagian dari konsekwensi dari keberpihakan.

Namun menurut sebuah sumber, suasana Paripurna tersebut sangat mungkin merupakan bagian strategi, sehingga beberapa anggota dewan yang terlibat tidak menyadari telah masuk ke sebuah perangkap strategi sidang.

Rapat Pariurna hari ini yang diikuti 431 dari 560 anggota DPR RI, dimulai pukul 10.00 didahului dengan agenda penggantian wakil ketua DPR dari Marwoto Mitroharjo (PAN) yang meninggal dunia digantikan oleh Taufik Kurniawan yang sebelumnya adalah ketua Komisi V DPR sekaligus Sekjen DPP PAN.

Selain memutuskan pimpinan sidang Paripurna Besok tetap dipimpin Marzuki Alie, rapat khusus pimpinan DPR juga menyepakati untuk kembali ke azas pimpinan kolektif kolegial dimana setiap keputusan penting, harus dilakukan secara bersama.