Pasar Sentral Yang Dibiayai Bank Dunia, Terbakar

maiwanews, Sidrap-Sulsel : Kebakaran yang terjadi di pasar sentral Sidrap, Sulsel, yang membangunannya dibiayai oleh Bank Dunia itu terjadi sekitar pukul 18.30, Rabu malam. Catatan sementara, Sedikitnya 100 kios habis terbakar, kerugian mencapai miliaran rupiah.

Akibat kebakaran ini menimbulkan korban jiwa, menewaskan satu orang, Imran Saleh alias La Ware (43), warga Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae. Ia tewas tertimpa reruntuhan kios di lantai dasar saat mencoba membantu tetangganya H Asafe, penjual pakaian jadi. Ayah dua anak ini akhirnya meninggal dunia di rumahnya setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis akibat luka yang dialami di bagian kepala dan pelipis wajah.

Banyaknya kios atau lods yang terbakar itu, karena terlambatnya dilakukan pemadaman. Petugas kebakaran yang datang ke lokasi kesulitan memadamkan api, lantaran, Petugas pemadam kesulitan mendekati pasar karena jalan menuju lokasi tertutup dengan tumpukan barang pemilik kios. Untuk tidak menjalar lebih jauh, para pedagang dan masyarakat sekitar melakukan pemadaman kebakaran itu dengan menggunakan alat sederhana. Belum diketahui penyebab kebakaran di pasar yang berlokasi di tengah kota tersebut.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran akibat kosletting listrik. Konon kosletting listrik ini terjadi lantaran pedagang yang sengaja menggandeng listrik dari kantor yang terletak di lantai dua. Namun ada juga issu yang berkembang, jika kebakaran tersebut terjadi buntut dari ketidakpuasan pedagang atas pembagian kios, lods, dan pelataran oleh pihak terkait. Selain itu, ada yang mengatakan jika kebakaran diakibatkan oleh arus pendek listrik (korsleting) menyusul aksi sejumlah pedagang yang sengaja menggandeng listrik dari kantor yang terletak di lantai dua. Untuk mengetahui penyebab kebakaran ini, Polda Sulselbar telah menurunkan tim forensik melakukan olah TKP

Ironisnya, pada saat terjadi kebakaran hebat, sejumlah orang melakukan penjarahan barang. Namun naas bagi mereka, Polisi yang sudah berjaga-jaga sejak awal kebakaran, berhasil membekuk mereka. Hingga Kamis kemarin, polisi baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penjarahan di Pasar Pangkajene. Ketiga warga yang menjadi tersangka penjarahan barang dagangan itu antara lain, Muh Radi (42), Sampara Dg Rompa (33), dan Hamdan (17), ketiganya berprofesi sebagai tukang ojek.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyalurkan bantuan untuk renovasi Pasar.

“Bantuan ini sifatnya hanya untuk pembangunan darurat agar pedagang bisa berdagang secepat mungkin,” ungkapnya, di Sidrap, Kamis. Besarnya bantuan yang disumbangkan Rp. 200 juta. Sulhayat Takdir