PDIP: Tak Ada Bukti Istana atau Presiden Memihak Capres Tertentu

20220831-joko-widodo-jokowi-swafoto-papua-prod31gu2022
Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

maiwanews – Sejauh ini tidak ada bukti Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ataupun pihak Istana memihak atau mendukung calon presiden (capres) tertentu.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus mengatakan, baik Jokowi maupun Istana juga tidak pernah menunjukkan preferensi tunggal yang bisa dikategorikan memihak atau mempromosikan calon presiden tertentu.

“Sejauh ini, Jokowi maupun Istana tidak pernah menyebut mendukung nama bakal calon mana pun, juga tidak pernah menunjukkan preferensi tunggal yang bisa dikatakan memihak atau mempromosikan calon,” kata Deddy dalam keterangannya, Sabtu (24/12).

Soal Presiden beberapa kali menyampaikan gimmick atau metafora politik tutur Deddy, itu merupakan hal yang wajar dan menghibur. Harusnya kata dia, hal itu dianggap sebagai intermezzo dalam demokrasi.

Hampir semua pemimpin di negara demokrasi kata dia, melakukan hal serupa dan tidak ada regulasi atau konstitusi yang dilanggar.

Bagi Deddy, yang harus diawasi adalah apakah ada penggunaan elemen kekuasaan, anggaran, serta fasilitas negara yang dipakai untuk mempromosikan salah satu bakal calon.

Deddy juga tidak melihat ada bukti yang menunjukkan adanya intervensi dari Istana maupun Presiden terhadap demokrasi yang dapat digugat, baik secara hukum maupun etika.

Oleh karena itu, Deddy menyesalkan taktik berpolitik yang menuding Istana maupun Presiden Jokowi. Deddy menilai, seharusnya berbagai pihak dapat berpolitik dengan lebih elegan, fokus dalam memperbaiki partai, dan mempromosikan calon yang akan didukung.

“Janganlah bermain fitnah dan insinuasi, itu dosa dari sisi agama dan politik kotor yang merusak peradaban politik,” pesan Deddy.