Jakarta – Guna menarik investor, Pemerintah Republik Indonesia menawarkan investasi di infrastruktur dan pengembangan industri manufaktur kepada China. Salah satu yang ditawarkan adalah megaproyek pembangunan Jembatan Selat Sunda.
Saat ini, China menyiapkan 15 miliar dollar AS untuk diinvestasikan kepada negara-negara ASEAN. Indonesia bisa memanfaatkan dana investasi tersebut untuk menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung pulau Jawa dan pulau Sumatera itu.
”China menyiapkan dana besar kepada ASEAN, termasuk untuk Indonesia. Kami mendorong proyek yang meningkatkan konektivitas antarwilayah, antara lain Jembatan Selat Sunda,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis, 8 April 2010.
Menurut Menko Ekonomi yang juga Ketua Umum PAN itu, ada dua opsi yang bisa diambil terhadap status dana dari China, yakni menjadi dana investasi atau pinjaman proyek. ”Kami belum tahu seperti apa skema yang tepat. Namun, kami menyiapkan profil proyeknya,” kata Hatta.
Pemerintah telah memegang beberapa kajian pembangunan Jembatan Selat Sunda, yakni apakah dibangun berupa jembatan, berupa terowongan dasar laut, atau terapung di bawah permukaan laut, seperti terowongan yang menghubungkan antara Inggris dan Perancis.
Jika opsi terowongan yang dipakai, nilai investasinya Rp 49 triliun, jangka waktu pemakaian hanya 20 tahun. Sementara jika berupa jembatan, butuh investasi Rp 117 triliun, namun sebanding dengan daya tahannya sanggup menampung lonjakan kendaraan hingga 100 tahun.
Pada tahun 2050, diprediksi arus lalu lintas di jalur itu 57.600 kendaraan per hari. Jika mengandalkan penyeberangan feri seperti saat ini, maksimal hanya melayani 18.000 kendaraan per hari. Sementara jika dilakukan kombinasi feri dan terowongan, masih 32.900-49.500 kendaraan per hari tahun 2050 yang tidak dapat tertampung di penyeberangan Selat Sunda.
Itu berarti, opsi membangun jembatan yang diperkirakan memakan waktu 8 – 10 tahun itu menjadi pilihan karena bisa menampung semua kendaraan hingga 100 tahun terhitung sejak 2030 saat jembatan selesai dibangun.
Sesuai rencana desain, Jembatan Selat Sunda terbentang sepanjang 30 kilometer dengan lebar 60 meter dan ketinggian 70 meter dari muka pasang air laut. Jembatan akan dibagi menjadi dua dengan jalur tengah sebagai jalur rel ganda kereta api.
Menurut Hatta Februari lalu, Landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) pengkajian pembangunan jembatan yang menghubngkan pulau Jawa dan Sumatera itu sudah keluar.
Pada Agustus 2009 lalu sudah dilakukan studi kelayakan awal pembangunan jembatan selat sunda oleh PT Bangungraha Sejahtera Mulia. Hasil kajian itu menyatakan untuk membangun jembatan itu butuh dana sebesar Rp 100 triliun.
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina









