maiwanews – Militer Suriah mengatakan kelompok pemberontak telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melakukan serangan terhadap pos pemeriksaan di beberapa kota. Berdaasarkan informasi dari pihak militer, pemberontak melakukan serangan di Damaskus, Dara’a, Homs, dan Idlib pada hari Jum’at beberapa jam setelah mulai diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata empat hari menyambut Idul Adha.
Sebuah bom mobil juga dilaporkan meledak di lingkungan Damaskus selatan Daf Shawk, menewaskan setidaknya lima orang dan melukai lebih dari 35 lainnya. Kebanyakan korban dilaporkan merupakan warga sipil.
Meski mendapat serangan, tentara mengatakan akan tetap menghormati kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata menyambut Idul Adha. Namun pemerintah memberi respon atas serangan kelompok bersenjata. Militer Suriah berulangkali memperingatkan pihaknya akan memberi respon jika kelompok bersenjata melakukan serangan atau memperkuat posisi mereka, atau mereka melintasi batas wilayah.
Dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah, pihak militer mengatakan serangan teroris bersenjata terhadap posisi militer telah jelas melanggar kesepakatan untuk tidak melakukan operasi militer. Atas serangan itu pihak militer memberi tanggapan dan menghalau kelompok tersebut.
Gencatan senjata diusulkan oleh PBB dan utusan Liga Arab, Lakhdar Brahimi, setelah kekerasan tampaknya telah mereda dan tenang kembali di sebagian besar Suriah.
Masyarakat internasional telah menekan pada semua pihak dalam kerusuhan Suriah untuk menghormati gencatan senjata. Banyak negara, termasuk Iran dan Rusia, telah menyambut gencatan senjata. Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon mengatakan ia berharap hal itu akan menyebabkan negosiasi politik.
Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011. Banyak orang, termasuk sejumlah besar pasukan keamanan, telah tewas dalam kekerasan itu. (aso/PressTV)









