maiwanews – Pemberontak Suriah berhasil hari Rabu mengalahkan tentara pemerintah dan merebut sebuah pos di perbatasan dengan Turki. Di pos perbatasan Tal Abyad tersebut pemberontak menurunkan bendera Suriah sementara pemerintah Turki segera menutup kawasan perbatasan itu.
Ini adalah untuk pertama kalinya pemberontak menguasai wilayah perbatasan di provinsi Al-Raqqa, namun sebagian besar wilayah di propinsi tersebut masih dikuasai oleh tentara Suriah. Selain pertempuran di Al-Raqqa, pertempuran antara tentara pemerintah dengan para pemberontak juga terjadi di Aleppo dan Damaskus.
Sebuah organisasi hak asasi Suriah berbasis di London mengatakan pemberontak menarik diri dari tiga distrik selatan Damaskus setelah pertempuran sengit selama beberapa pekan. Di kota Aleppo, tentara mengatakan, pemberontak menyerang beberapa posisi tentara di timur dan baru dapat dipukul mundur dengan bantuan helikopter tempur.
Sementara itu utusan PBB-Liga Arab, Lakhdar Brahimi, mengemukakan harapan perdamaian di Suriah setelah bertemu dengan para pengungsi Suriah di sebuah kamp di Turki. Ia mengharapkan perdamaian terwujud di Suriah dan para pengungsi Suriah bisa segera pulang.
Turki dilaporkan menampung lebih dari 80 ribu pengungsi Suriah di 14 kamp terpisah. Tetangga Suriah itu menjadi markas besar bagi para pemimpin kelompok pemberontak dan menjadi tuan rumah bagi para anggota kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah.
Selain Turki, Irak juga menjadi tempat penampungan bagi kaum pengungsi setelah membuka kembali perbatasannyatapi menolak masuknya orang-orang muda karena alasan keamanan. (aso/VoA)









