maiwanews – Pemenrintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini dihadapkan pada masalah sampah. Untuk itu, Pemkot sduah dan akan mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi masalah sampah itu.
Hal diungkapkan Wakil Walikota (Wawali) Makassar, Syamsu Rizal (Daeng Ical) dalam sambutannya di acara peringatan Milad ke-35 Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Hotel Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (14/12/2014).
Menurut Daeng Ical, saat ini produksi sampah Makassar sudah mencapai 800 ton per hari. Hal itu sangat tidak sebanding dengan kemampuan angkut pemerintah yang hanya sekitar 350 ton per hari.
Itu terjadi kata Daeng Ical, karena armada angkutan sampah Makassar saat jumlahnya sangat terbatas, itupun dari armada yang tersedia sebagian besar bermasalah seperti lampu yang tidak lengkap dan sebagainya.
“Ada juga yang bempernya sudah tidak ada,” kata Deng Ical di hadapan beberapa dosen dan ratusan mahasiswa dan alumni mesin baik dari UMI maupun beberapa perwakilan kampus lain di Makassar.
Untuk itu lanjut Ical, pemerintah mempunyai sejumlah program untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kebersihan mengatasi masalah sampah di Makassar.
Tahun ini kata Wawali, pemerintah telah membeli 40 unit truk sampah ditambah 12 truk yang berasal dari CSR. Wawali berjanji, tahun depan pemkot akan menambah jumlah armada truk pengangkut sampah agar masalah sampah bisa diselesaikan.
Seperti diketahui, selain banjir dan macet, ibukota Sulawesi Selatan ini memang sedang menghadapi masalah sampah yang cukup serius. Diharapkan dengan program penanggulangan yang diprioritaskan pemkot, masalah sampah bisa teratasi dalam waktu cepat.
Dalam kesempatan itu, Wawali Makkasar menantang kampus khususnya jurusan mesin untuk ikut mencari solusi dalam mengatasi masalah sampah misalnya dengan menciptakan mobil pengangkut sampah yang bisa masuk lorong atau membuat mesin pengolah sampah.
Munafri-Aliyah Hadiri Peringatan Hari Buruh di Makassar
LONTARA+, Integrasi Seluruh Layanan Publik Kota Makassar
Pemkot Makassar Siap Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di TPA Antang
Pemerintah Evaluasi BUMN Secara Komprehensif
Pihak Berwenang Identifikasi 3 Jenazah Korban KKB di Papua Pegunungan









