Penganiaya Tama Belum Terungkap, Polri Minta Maaf

Logo Polrimaiwanews – Polri meminta maaf kepada masyarakat karena belum berhasil mengungkap pelaku penganiayaan terhadap aktifis ICW Tama Satriya Langkun beberapa waktu lalu.

“Kami minta maaf belum bisa menyelesaikan kasus ini,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta, Jumat 30 Juli 2010.

Mmenurut Edward, untuk mengusut kasus pengeroyokan tersebut, polisi harus melakukan beberapa berapa pemeriksaan ulang, termasuk pemeriksaan kepada Tama sebagai korban pengeroyokan.

Rangkaian penyelidikan yang dilakukan terdiri dari visum, olah TKP, dan memeriksa kejadian hubungan sebelum, sesaat dan setelah kejadian. “Untuk meminta tanggapan terhadap data-data baru yang ditemukan,” kata Edward.

Sementara itu, Ajun Komisaris Besar Polisi S yang disebut-sebut sebagai perwira Polda Metro Jaya yang bertemu Tama sebelum kejadian pengeroyokan, kata Edward, juga akan didalami identitasnya.

Edward juga mengatakan bahwa kasus pengoroyokan terhadap aktifi ICW  Tama S Langkun telah direncanakan dengan matang. “Dari peristiwanya memang diduga sudah terencana dengan sangat baik,” lanjut Edward lagi.

Tama S Langkun adalah aktifis ICW yang melaporkan kasus rekening mencurigakan sejumlah petinggi Polri ke pihak KPK dan Kejaksaan beberapa waktu sebelum kejadian pengeroyokan.

Sejumlah kalangan menilai bahwa aksi penganiayaa itu terkait dengan aktifitas Tama di ICW dalam mengusut rekening mencurigakan tersebut.