Perang Saudara di Libya Masih Akan Terus Berlanjut

pemberontak-libya-edTripoli, maiwanews – Pemimpin sementara Libya menyatakan perang saudara di negeri itu masih akan terus berlanjut. Beberapa kota di Libya selatan masih dikuasai pihak pendukung Muammar Khadafi.

Kepala komite eksekutif Dewan Transisi Nasional (National Transitional Council – NTC), Mahmoud Jibril, kepada media di Tripoli hari Kamis yang dikutip Telegraph.co.uk secara eksplisit memberi peringatan bagi para pemberontak agar tidak memulai permainan politik hingga perang benar-benar usai.

Dalam sebuah konferensi pers mantan menteri ekonomi zaman pemerintahan Khadafi meminta para pemberontak tetap bersatu karena pendukung Khadafi masih menguasai banyak wilayah di negara itu. Komentar Jibril itu menurut VoA menunjukkan kerapuhan mantan pemberontak selagi negara itu berusaha bergerak maju sementara Khadafi belum diketahui keberadaannya secara pasti.

Sebelumnya stasiun televisi Al-Rai TV menyiarkan pesan audio Khadafi tentang tudingan bahwa dia lari ke Niger. Namun Voice of Russia mengutip pernyataan pihak Al-Rai TV bahwa telepon tersebut tidak berasal dari Libya. Menurut Khadafi berita itu hanya kebhongan belakan dan merupakan bentuk dari perang psikologis.

Mengantisipasi kemungkinan Khadafi lolos ke Niger, pemerintah sementara Libya mengirim utusan ke negara itu, sementara pemburuan bekas otoriter yang menjadi buronan itu meningkat. Seorang pejabat tinggi Libya mengatakan hari Rabu delegasi itu akan membicarakan usaha untuk mengamankan perbatasan gurun pasir yang panjang kedua negara. Ia mengatakan NTC telah meminta agar jangan ada negara yang menerima Khadafi. (Foto pemberontak Libya oleh B.R.Q)