BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan dana sebesar Rp 28,3 Miliar untuk perbaikan 1.536 ruang kelas sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami rusak.
Soalnya, kerusakan ruang kelas ini membuat aktivitas belajar mengajar tertanggu.
Kepala Seksi Sarana TK /SD Dinas Pendidikan Pemkab Bojonegoro Jatmiko, menjelaskan ribuan lokal ruang kelas SDN itu rusak dikarenakan usia bangunan yang sudah tua.Menurutnya, kondisi tersebut diperparah karena tersentuh dana bantuan untuk rehab rutin.
“Tapi, kita sudah alokasikan dana Rp28,3 miliar untuk perbaikan ruangan rusak itu,” ungkapnya.
Diakuinya, untuk perbaikan ruang kelas yang rusak itu pada tahun ini Pemkab Bojonegoro mengalokasikan dana bagi hasil Migas sebesar Rp 2,325 Milliar bagi pembangunan 15 ruang kelas.
Selain dari dana itu,terangnya, perbaikan gedung sekolah akan diambilkan dari dana percepatan Infrastruktur pendidikan dan dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari APBN.
Dan ditambah lagi dengan dana pendamping yang besarannya mencapai Rp26 Miliar. Dana sebesar itu direncanakan untuk pembangunan 100 ruang kelas yang masing-masing sekolahan mendapatkan dialokasikan menerima dana sebesar Rp260 juta.
Harusnya, kata dia, ruangan –ruangan yang rusak tersebut mendapatkan perawatan secara ruting hingga kondisinya tidak makin memprhatinkan. Dari jumlah 1536 ruangan itu, lanjutnya, sebanyak 896 lokal kelas dalam kondisi rusak berat dan sisanya sejumlah 511 ruang dalam kondisi rusak ringan.
“ Namun, saat ini ruangan itu sudah dilakukan upaya tambal sulam,” jelasnya
Panen Jagung Seluas 68 Hektar di Pati, Hasilkan 478 Ton
Prabowo dan Rosan Bahas Danantara dan Arah Investasi
Gubernur Sulsel Desak Evaluasi Tambang Emas di Luwu
Keputusan Mahkamah Rakyat, Dialog Nasional Sudah Mendesak
Pemkot Surabaya Segera Dirikan Rumah Sakit Di Surabaya Utara Dan Selatan









