Peresmian Politeknik Indonesia-Venezuela di Aceh

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Hassan Wirajuda dan Wakil Menteri Pendidikan untuk Urusan Pendidikan Tinggi Republik Bolivaria Venezuela, Dr. Tibisay Cruz Hung Rico, direncanakan akan meresmikan Politeknik Indonesia-Venezuela, pada tanggal 12 Agustus 2009 sebelum diserahkan kepada Gubernur Provinsi Aceh. Peresmian tersebut akan dilangsungkan di kampus Politeknik Indonesia-Venezuela, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Politeknik tersebut dibangun dengan biaya sebesar 36.980.000.000,00 (tiga puluh enam milyar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah) yang berasal dari dana bantuan yang dikumpulkan Departemen Luar Negeri sebesar Rp 18.600.000.000,00 (delapan belas milyar enam ratus juta rupiah) dan bantuan Pemerintah Republik Bolivaria Venezuela sebesar US$ 2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika).
Kampus Politeknik ini mempunyai tiga fakultas yaitu Fakultas Peternakan, Perikanan dan Pertanian. Kampus Politeknik Indonesia-Venezuela terdiri dari gedung rektorat, gedung serba guna, kantin, mesjid, perpustakaan, asrama putri dan asrama putra (bisa menampung hingga 120 orang), dan semua gedung telah dilengkapi dengan berbagai kelengkapannya.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri juga telah membangun di Provinsi Aceh, 45 rumah tipe-45 di Pidie, 115 rumah di Blang Pidie dan dua asrama madrasah di Leung Bata dan Bakoy.

Serangkaian bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami yang telah merusak infrastruktur, sarana dan prasarana di berbagai wilayah tanah air, telah menggugah Departemen Luar Negeri beserta jajarannya untuk menggunakan jaringan yang dimiliki, mengupayakan penggalangan dana baik dari negara-negara sahabat, masyarakat internasional, masyarakat Indonesia dan diplomat kita di luar negeri, untuk menjadi donator dan menjadi bagian dari upaya bersama meringankan beban masyarakat di daerah bencana.

Sampai saat ini, dari dana yang terkumpul, Departemen Luar Negeri telah melakukan pembangunan dua SD di Bengkulu Utara (Arga Makmur dan Batik Nau), 11 SD dan satu SMP di Yogyakarta dan Jawa Tengah sekitarnya, dua SD di Sumatera Barat (Solok dan Padang Panjang), sebuah SMK di Sumatera Utara (Serdang Bedagai) serta dua sekolah terpadu (SD, SMP dan SMK) di Sumatera Utara (Nias dan Nias Selatan). Disamping itu, Deplu juga telah memberikan bantuan berupa 40 kapal nelayan beserta kelengkapannya, pembangunan tempat pelelangan ikan dan kantor koperasi nelayan di Ciamis (Jawa Barat). Sementara saat ini sedang dalam proses, Departemen Luar Negeri membangun kembali Islamic Centre di Arga Makmur, Bengkulu Utara yang rencananya akan diresmikan pada bulan September 2009.

Sumber: http://www.deplu.go.id/